Ukraina Ingin Rebut Crimea dari Rusia Tahun 2023: Kami Akan Kejutkan Orang-orang
Selasa, 29 November 2022 - 07:29 WIB
loading...
A
A
A
Namun, Zabrodsky, yang mengeklaim tetap dekat dengan proses perencanaan militer di Kiev, menekankan bahwa masih banyak pertempuran yang harus dimenangkan sebelum tentara Kiev dapat mempertimbangkan kerangka waktu untuk serangan semacam itu di Crimea.
Presiden Rusia Vladimir Putin sebelumnya mengeklaim bahwa Ukraina berencana untuk melakukan serangan di Semenanjung Crimea dan wilayah Donbass. Dia mengatakan ini adalah salah satu alasan dia memerintahkan serangan apa yang dia sebut "operasi militer khusus" sejak 24 Februari lalu.
Pakar militer telah memperingatkan bahwa upaya untuk merebut kembali Crimea atau wilayah republik Donbass—yang baru-baru ini bergabung dengan Rusia setelah mengadakan referendum publik--dapat merugikan Kiev dan mendorong Moskow untuk meningkatkan serangan, bahkan mungkin dengan penggunaan senjata nuklir taktis.
“Ada kemungkinan nyata bahwa segalanya akan berakhir dengan pertumpahan darah. Itu adalah operasi yang tidak dibutuhkan Ukraina,” kata pensiunan kapten Angkatan Laut Ukraina Andrey Ryzhenko kepada The Economist.
Jenderal Tertinggi Amerika Serikat Mark Milley mengatakan awal bulan ini bahwa kemungkinan kemenangan militer Ukraina termasuk merebut Crimea "tidak tinggi" dan tidak mungkin terjadi dalam waktu dekat.
Namun demikian, Kiev bersikeras bertekad untuk merebut semenanjung itu, di mana Presiden Volodymyr Zelensky mengatakan dia tidak memiliki keinginan untuk mencari penyelesaian damai atas konflik yang sedang berlangsung dengan Moskow tanpa "mencabut pendudukan" wilayah itu.
Presiden Rusia Vladimir Putin sebelumnya mengeklaim bahwa Ukraina berencana untuk melakukan serangan di Semenanjung Crimea dan wilayah Donbass. Dia mengatakan ini adalah salah satu alasan dia memerintahkan serangan apa yang dia sebut "operasi militer khusus" sejak 24 Februari lalu.
Pakar militer telah memperingatkan bahwa upaya untuk merebut kembali Crimea atau wilayah republik Donbass—yang baru-baru ini bergabung dengan Rusia setelah mengadakan referendum publik--dapat merugikan Kiev dan mendorong Moskow untuk meningkatkan serangan, bahkan mungkin dengan penggunaan senjata nuklir taktis.
“Ada kemungkinan nyata bahwa segalanya akan berakhir dengan pertumpahan darah. Itu adalah operasi yang tidak dibutuhkan Ukraina,” kata pensiunan kapten Angkatan Laut Ukraina Andrey Ryzhenko kepada The Economist.
Jenderal Tertinggi Amerika Serikat Mark Milley mengatakan awal bulan ini bahwa kemungkinan kemenangan militer Ukraina termasuk merebut Crimea "tidak tinggi" dan tidak mungkin terjadi dalam waktu dekat.
Namun demikian, Kiev bersikeras bertekad untuk merebut semenanjung itu, di mana Presiden Volodymyr Zelensky mengatakan dia tidak memiliki keinginan untuk mencari penyelesaian damai atas konflik yang sedang berlangsung dengan Moskow tanpa "mencabut pendudukan" wilayah itu.
Lihat Juga :