PBB Sebut 9,4 Juta Orang di Sudan Selatan Butuh Bantuan Kemanusiaan

Minggu, 27 November 2022 - 15:40 WIB
loading...
PBB Sebut 9,4 Juta Orang...
PBB Sebut 9,4 Juta Orang di Sudan Selatan Butuh Bantuan Kemanusiaan. FOTO/Reuters
A A A
JUBA - Sekitar 9,4 juta orang di Sudan Selatan akan membutuhkan bantuan kemanusiaan dan layanan perlindungan tahun depan, setengah juta lebih banyak dari jumlah saat ini, kata PBB dalam sebuah laporan.

Menurut laporan Tinjauan Kebutuhan Kemanusiaan Sudan Selatan 2023, lebih banyak orang akan menghadapi kerawanan pangan pada 2023. Saat ini, hampir sepertiga dari 12,4 juta orang yang tinggal di Sudan Selatan menghadapi kerawanan pangan yang parah.

Baca: 12 Juta Warga Sudan Hadapi Ancaman Kelaparan Parah

Seperti dilaporkan AP, kondisi kemanusiaan di negara itu telah diperburuk oleh kekerasan endemik, konflik, kendala akses, gangguan operasional, tantangan kesehatan masyarakat dan dampak perubahan iklim seperti banjir dan kekeringan.

Kebutuhan akan bantuan paling besar di kabupaten-kabupaten di Nil Atas dan Negara Bagian Ekuator Barat yang sedang menghadapi konflik.

“Sesuatu harus berubah di Sudan Selatan, karena jumlah orang yang membutuhkan terus meningkat setiap tahun dan sumber daya terus berkurang,” kata Sara Beysolow Nyanti, Koordinator Kemanusiaan di Sudan Selatan, dalam sebuah pernyataan.

Baca: Korban Tewas Perang Suku di Sudan Tembus 200 Orang

Nyanti menghimbau kepada pemerintah untuk menjamin kondisi perdamaian dan mendorong pembangunan guna mengurangi kebutuhan akan bantuan kemanusiaan.

Kekerasan terus mengganggu negara itu, menimbulkan ancaman bagi kesepakatan damai yang ditandatangani pada 2018 oleh mantan saingan Presiden Salva Kiir dan wakil Riek Machar. Belakangan, Machar menuduh Kiir melanggar perjanjian damai.

Ratusan ribu orang tewas dan jutaan mengungsi dalam perang saudara sebelum kesepakatan damai ditandatangani.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Jerman Gagal Peroleh...
Jerman Gagal Peroleh Kursi di Dewan Keamanan PBB untuk Pertama Kali
Jerman Gagal Rebut Kursi...
Jerman Gagal Rebut Kursi DK PBB untuk Pertama Kalinya
AS Dituding Sengaja...
AS Dituding Sengaja Dorong Warga Kuba ke dalam Kelaparan
Israel dan Rusia Masuk...
Israel dan Rusia Masuk Blacklist PBB terkait Kekerasan Seksual dalam Konflik, Zionis Murka
Dibantu Tentara Rusia,...
Dibantu Tentara Rusia, Mali Sukses Gagalkan Kudeta Militer
WSIS Prizes 2026 PBB:...
WSIS Prizes 2026 PBB: Dua Program Digitalisasi Kemendikdasmen Diakui Dunia
Kapal Penangkap Ikan...
Kapal Penangkap Ikan Tenggelam di Lepas Pantai Busan, 2 Awak Asal Indonesia Hilang
Iran Peringatkan Kapal-Kapal:...
Iran Peringatkan Kapal-Kapal: Selat Hormuz Masih Berbahaya!
Rekomendasi
IHSG Ambruk 4,55% dalam...
IHSG Ambruk 4,55% dalam Sepekan, Ini Saham-saham yang Cuan dan Boncos
Mutasi Polri Juni 2026:...
Mutasi Polri Juni 2026: Kombes Aris Supriyono Jabat Kabid Propam Polda Metro Jaya
PP 20 Tahun 2026: Langkah...
PP 20 Tahun 2026: Langkah Besar Menuju Keadilan Pajak bagi UMKM Orang Pribadi
Berita Terkini
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Infografis
125 Juta Orang Dapat...
125 Juta Orang Dapat Binasa Akibat Perang Nuklir India-Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved