6 Fakta tentang Anwar Ibrahim, PM Baru Malaysia
Sabtu, 26 November 2022 - 21:02 WIB
loading...
A
A
A
Anwar Ibrahim dikenal sebagai tokoh oposisi yang berpengaruh.
Setelah lama bermusuhan, Anwar Ibrahim sepakat berkoalisi dengan Mahathir Mohamaad untuk menjungkalkan PM Najib Razak, pemimpin UMNO.
Koalisi itu sukses mengalahkan kubu Najib Razak dalam pemilu tahun 2018. Laporan media lokal menyebut, Mahathir hanya menjalankan separuh dari masa kekuasaannya sebagai PM Malaysia dan sisa masa kekuasaan akan diserahkan kepada Anwar Ibrahim.
Alih-alih kekuasaan diserahkan, PM Mahathir justru mengundurkan diri karena kekisruhan politik. Para pendukung Anwar menganggap Mahathir ingkar janji dan Anwar mantab menjadi oposisi.
Setelah Mahathir mengundurkan diri, Raja Malaysia menunjuk Muhyiddin Yassin sebagai PM berikutnya karena kubunya mengeklaim memperoleh dukungan mayoritas di Parlemen.
Keputusan itu ditentang oleh Anwar dan menurutnya dialah yang lebih pantas duduk di posisi tersebut. Anwar mengatakan dia memiliki cukup dukungan di Parlemen untuk menjadi PM dan mendesak Muhyiddin untuk mengundurkan diri.
6. Mempromosikan Kesetaraan dan Pemerintahan Anti-Korupsi
Sejak terjung kembali ke politik, Anwar gencar mengampanyekan kesetaraan dan gerakan anti-korupsi. Dia meraih kekuasaan dengan janji tidak akan mengambil gaji sebagai PM Malaysia.
Dia juga berjanji menciptakan masyarakat yang lebih setara di negara multi-ras.
Meski sudah berkuasa, Anwar mengatakan ada kemungkinan dia akan dijatuhkan oleh partai partai-partai oposisi yang bersekutu.
Setelah lama bermusuhan, Anwar Ibrahim sepakat berkoalisi dengan Mahathir Mohamaad untuk menjungkalkan PM Najib Razak, pemimpin UMNO.
Koalisi itu sukses mengalahkan kubu Najib Razak dalam pemilu tahun 2018. Laporan media lokal menyebut, Mahathir hanya menjalankan separuh dari masa kekuasaannya sebagai PM Malaysia dan sisa masa kekuasaan akan diserahkan kepada Anwar Ibrahim.
Alih-alih kekuasaan diserahkan, PM Mahathir justru mengundurkan diri karena kekisruhan politik. Para pendukung Anwar menganggap Mahathir ingkar janji dan Anwar mantab menjadi oposisi.
Setelah Mahathir mengundurkan diri, Raja Malaysia menunjuk Muhyiddin Yassin sebagai PM berikutnya karena kubunya mengeklaim memperoleh dukungan mayoritas di Parlemen.
Keputusan itu ditentang oleh Anwar dan menurutnya dialah yang lebih pantas duduk di posisi tersebut. Anwar mengatakan dia memiliki cukup dukungan di Parlemen untuk menjadi PM dan mendesak Muhyiddin untuk mengundurkan diri.
6. Mempromosikan Kesetaraan dan Pemerintahan Anti-Korupsi
Sejak terjung kembali ke politik, Anwar gencar mengampanyekan kesetaraan dan gerakan anti-korupsi. Dia meraih kekuasaan dengan janji tidak akan mengambil gaji sebagai PM Malaysia.
Dia juga berjanji menciptakan masyarakat yang lebih setara di negara multi-ras.
Meski sudah berkuasa, Anwar mengatakan ada kemungkinan dia akan dijatuhkan oleh partai partai-partai oposisi yang bersekutu.
(min)
Lihat Juga :