Taiwan Anggarkan Rp442,6 Triliun untuk Emisi Nol Bersih
Jum'at, 25 November 2022 - 08:04 WIB
loading...
A
A
A
Untuk menjalankan misi tersebut, Taiwan telah menganggarkan hampir 880 miliar dollar Taiwan (atau sekitar Rp442,6 triliun) untuk menjalankan rencana utama transisi net-zero pada tahun 2050 tersebut.
Total anggaran tersebut berasal dari dana yang saat ini telah dikelola negara sebesar 440 miliar dollar Taiwan, dana yang sudah masuk dalam rencana pembangunan (120 miliar dollar Taiwan), dan anggaran yang baru akan direncanakan (320 miliar dollar Taiwan).
"Usaha transisi ke emisi nol bersih merupakan tanggung jawab bersama generasi ini. Misi ini hanya mungkin tercapai jika terbangun kerjasama masyarakat internasional. Taiwan bersedia memberikan kontribusi nyata untuk mengatasi perubahan iklim global,’’ tandas Chang Tzi-chin.
Dari situ, Pemerintah Taiwan mengeluarkan pedoman berupa Langkah Taiwan menuju emisi nol bersih pada tahun 2050. Dari pedoman tersebut muncul empat strategi transisi utama di sektor energi, industri, gaya hidup (lifestyle), dan sosial masyarakat berdasarkan pada dua tata kelola dari penelitian dan pengembangan teknologi dan undang-undang iklim.
Pada bidang energi, ada tiga strategi yang dilakukan. Yaitu, pertama, membangun sistem energi nol karbon.
Untuk memenuhi target tersebut sejumlah kebijakan ditempuh, diantaranya berupaya untuk memaksimalkan energi terbarukan: yaitu dengan memperluas penyebaran energi tenaga angin dan surya, termasuk juga energi panas bumi dan laut.
Lalu, ada langkah dekarbonisasi pengembangan tenaga termal, penghapusan penggunaan batubara secara bertahap, membangun sistem suplai bahan bakar nol karbon melalui penyediaan bahan bakar hidrogen, amonia dan biomassa untuk industri dan transportasi.
"Memperkenalkan teknologi canggih secara tepat waktu cara untuk meningkatkan ruang untuk nol-karbon dalam pemanfaatan energi,’’ ungkap Chang Tzi-chin.
Strategi kedua, meningkatkan ketahanan sistem energi. Dua langkah yang dilakukan adalah memprioritaskan perluasan jaringan energi terbarukan infrastruktur dan memperluas fasilitas penyimpanan energi untuk energi terbarukan.
Adapun, strategi ketiga adalah menciptakan pertumbuhan hijau. Untuk menjalankan strategi ketiga ini Pemerintah Taiwan menciptakan ekosistem industri energi hijau berupa Zona Tenaga Angin Pelabuhan dan Industri Inovasi Energi Hijau.
Selain itu, Taiwan terus mempromosikan energi hijau pada bidang investasi di sektor publik dan swasta, juga berkomitmen untuk membangunan kemitraan internasional dalam memperkenalkan teknologi kunci, serta menciptakan peluang untuk mengekspor teknologi dekarbonisasi yang menguntungkan.
Pada bidang industri, Taiwan juga memiliki sejumlah kebijakan penting untuk mempercepat terwujudnya emisi nol bersih pada 2050, yaitu pada sektor manufaktur, gedung, dan transportasi.
Ada tiga aspek yang ditekankan pada sector manufaktur mulai proses perbaikan, peralihan bahan bakar hingga ekonomi sirkular.
Sedangkan sektor pergedungan, sudah ada kebijakan bahwa pada tahun 2050, 100% bangunan di Taiwan baru dan lebih dari 85% bangunan yang ada akan menjadi bangunan dengan tingkat karbon hampir mendekati nol.
Untuk mewujudkan itu, pemerintah Taiwan menerapkan kebijakan multi secara bertahap. Misalnya untuk pembangunan gedung baru ditetapkan sistem evaluasi efisiensi energi dan diperkuat peraturan efisiensi energi bangunan.
Total anggaran tersebut berasal dari dana yang saat ini telah dikelola negara sebesar 440 miliar dollar Taiwan, dana yang sudah masuk dalam rencana pembangunan (120 miliar dollar Taiwan), dan anggaran yang baru akan direncanakan (320 miliar dollar Taiwan).
"Usaha transisi ke emisi nol bersih merupakan tanggung jawab bersama generasi ini. Misi ini hanya mungkin tercapai jika terbangun kerjasama masyarakat internasional. Taiwan bersedia memberikan kontribusi nyata untuk mengatasi perubahan iklim global,’’ tandas Chang Tzi-chin.
Dari situ, Pemerintah Taiwan mengeluarkan pedoman berupa Langkah Taiwan menuju emisi nol bersih pada tahun 2050. Dari pedoman tersebut muncul empat strategi transisi utama di sektor energi, industri, gaya hidup (lifestyle), dan sosial masyarakat berdasarkan pada dua tata kelola dari penelitian dan pengembangan teknologi dan undang-undang iklim.
Pada bidang energi, ada tiga strategi yang dilakukan. Yaitu, pertama, membangun sistem energi nol karbon.
Untuk memenuhi target tersebut sejumlah kebijakan ditempuh, diantaranya berupaya untuk memaksimalkan energi terbarukan: yaitu dengan memperluas penyebaran energi tenaga angin dan surya, termasuk juga energi panas bumi dan laut.
Lalu, ada langkah dekarbonisasi pengembangan tenaga termal, penghapusan penggunaan batubara secara bertahap, membangun sistem suplai bahan bakar nol karbon melalui penyediaan bahan bakar hidrogen, amonia dan biomassa untuk industri dan transportasi.
"Memperkenalkan teknologi canggih secara tepat waktu cara untuk meningkatkan ruang untuk nol-karbon dalam pemanfaatan energi,’’ ungkap Chang Tzi-chin.
Strategi kedua, meningkatkan ketahanan sistem energi. Dua langkah yang dilakukan adalah memprioritaskan perluasan jaringan energi terbarukan infrastruktur dan memperluas fasilitas penyimpanan energi untuk energi terbarukan.
Adapun, strategi ketiga adalah menciptakan pertumbuhan hijau. Untuk menjalankan strategi ketiga ini Pemerintah Taiwan menciptakan ekosistem industri energi hijau berupa Zona Tenaga Angin Pelabuhan dan Industri Inovasi Energi Hijau.
Selain itu, Taiwan terus mempromosikan energi hijau pada bidang investasi di sektor publik dan swasta, juga berkomitmen untuk membangunan kemitraan internasional dalam memperkenalkan teknologi kunci, serta menciptakan peluang untuk mengekspor teknologi dekarbonisasi yang menguntungkan.
Pada bidang industri, Taiwan juga memiliki sejumlah kebijakan penting untuk mempercepat terwujudnya emisi nol bersih pada 2050, yaitu pada sektor manufaktur, gedung, dan transportasi.
Ada tiga aspek yang ditekankan pada sector manufaktur mulai proses perbaikan, peralihan bahan bakar hingga ekonomi sirkular.
Sedangkan sektor pergedungan, sudah ada kebijakan bahwa pada tahun 2050, 100% bangunan di Taiwan baru dan lebih dari 85% bangunan yang ada akan menjadi bangunan dengan tingkat karbon hampir mendekati nol.
Untuk mewujudkan itu, pemerintah Taiwan menerapkan kebijakan multi secara bertahap. Misalnya untuk pembangunan gedung baru ditetapkan sistem evaluasi efisiensi energi dan diperkuat peraturan efisiensi energi bangunan.
Lihat Juga :