Pejabat Rusia-Ukraina Dilaporkan Bertemu di UEA, Apa yang Dibahas?

Kamis, 24 November 2022 - 21:30 WIB
loading...
A A A
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah secara terbuka menetapkan beberapa persyaratan sebelum mengizinkan Rusia untuk melanjutkan ekspor amonia melalui pipa, termasuk pertukaran tahanan dan pembukaan kembali pelabuhan Mykolaiv di Laut Hitam.

Baik Rusia maupun Ukraina tidak merilis angka resmi tentang berapa banyak tawanan perang yang telah mereka ambil sejak Rusia menginvasi pada bulan Februari.

Pada 29 Oktober, Presiden Ukraina Volodymr Zelenskyy mengatakan bahwa sejak Maret, Rusia telah membebaskan total 1.031 tahanan.

Rusia dan Ukraina telah mengungkapkan sedikit rincian tentang pertemuan langsung antara perwakilan dari kedua negara setelah pembicaraan gencatan senjata ditinggalkan dalam beberapa minggu pertama setelah invasi Moskow pada 24 Februari.

Upaya Abu Dhabi mengikuti jejak Arab Saudi, yang mencetak kemenangan diplomatik dengan mengamankan kebebasan bagi para pejuang asing yang ditangkap di Ukraina pada bulan September.

UEA, seperti Arab Saudi, adalah anggota aliansi minyak OPEC+ yang mencakup Rusia dan juga mempertahankan hubungan baik dengan Moskow meskipun ada tekanan Barat untuk membantu mengisolasi Rusia atas invasi ke Ukraina, yang disebut Moskow sebagai "operasi militer khusus".

Presiden UEA Mohammed bin Zayed Al Nahyan mengunjungi Moskow bulan lalu di mana dia berdiskusi dengan Presiden Vladimir Putin terkait kemungkinan Abu Dhabi menengahi kesepakatan amonia, kata dua sumber.

Ukraina adalah produsen utama biji-bijian dan minyak sayur. Rusia adalah pengekspor gandum terbesar di dunia dan pemasok utama pupuk ke pasar global.

Sejak Juli, Moskow telah berulang kali mengatakan pengiriman biji-bijian dan pupuknya, meskipun tidak ditargetkan secara langsung oleh sanksi, terhambat karena sanksi mempersulit eksportir untuk memproses pembayaran atau mendapatkan kapal dan asuransi.

Baca: Dubes Ukraina Tuding Rusia Sumber Ancaman Keamanan Pangan Global
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.0914 seconds (10.55#12.26)