Penembakan Massal di Kelab Malam LGBT AS, Ini Respons Joe Biden
Senin, 21 November 2022 - 09:44 WIB
loading...
A
A
A
“Tempat-tempat yang seharusnya menjadi ruang penerimaan dan perayaan yang aman tidak boleh diubah menjadi tempat teror dan kekerasan. Padahal itu terlalu sering terjadi. Kita harus mengusir ketidakadilan yang berkontribusi pada kekerasan terhadap orang-orang LGBTQI+,” imbuh Biden.
"Jill [Ibu Negara Jill Biden] dan saya berdoa untuk keluarga dari lima orang yang terbunuh di Colorado Springs, dan bagi mereka yang terluka dalam serangan yang tidak masuk akal ini. Meskipun motif serangan ini belum jelas, kami tahu bahwa kekerasan senjata memiliki dampak khusus pada komunitas LGBTQI+ di seluruh bangsa kita," papar Biden.
Polisi mengatakan pengunjung kelab yang "heroik" berkelahi dan menghentikan seorang pria bersenjata tak lama setelah dia melepaskan tembakan.
Kepala Polisi Colorado Springs Adrian Vasquez mengatakan setidaknya dua orang di dalam kelab menghadapi dan melawan pria bersenjata itu dan mencegah kekerasan lebih lanjut."Kami berutang banyak terima kasih kepada mereka," katanya.
Polisi mengidentifikasi tersangka penambakan massal sebagai Anderson Lee Aldrich, seorang pria berusia 22 tahun. Dia beraksi dengan senapan panjang.
Dia dibawa ke tahanan polisi tak lama setelah penembakan dimulai dan sedang dirawat karena cedera.
"Jill [Ibu Negara Jill Biden] dan saya berdoa untuk keluarga dari lima orang yang terbunuh di Colorado Springs, dan bagi mereka yang terluka dalam serangan yang tidak masuk akal ini. Meskipun motif serangan ini belum jelas, kami tahu bahwa kekerasan senjata memiliki dampak khusus pada komunitas LGBTQI+ di seluruh bangsa kita," papar Biden.
Polisi mengatakan pengunjung kelab yang "heroik" berkelahi dan menghentikan seorang pria bersenjata tak lama setelah dia melepaskan tembakan.
Kepala Polisi Colorado Springs Adrian Vasquez mengatakan setidaknya dua orang di dalam kelab menghadapi dan melawan pria bersenjata itu dan mencegah kekerasan lebih lanjut."Kami berutang banyak terima kasih kepada mereka," katanya.
Polisi mengidentifikasi tersangka penambakan massal sebagai Anderson Lee Aldrich, seorang pria berusia 22 tahun. Dia beraksi dengan senapan panjang.
Dia dibawa ke tahanan polisi tak lama setelah penembakan dimulai dan sedang dirawat karena cedera.
Lihat Juga :