Khamenei: Musuh Mungkin Coba Mobilisasi Kaum Pekerja dan Wanita

Minggu, 20 November 2022 - 19:10 WIB
loading...
Khamenei: Musuh Mungkin Coba Mobilisasi Kaum Pekerja dan Wanita
Khamenei: Musuh Mungkin Coba Mobilisasi Kaum Pekerja dan Wanita. FOTO/Reuters
A A A
TEHERAN - Protes berkecamuk di universitas-universitas Iran dan di beberapa kota negara itu, Sabtu (19/11/2022). Pemimpin tertinggi spiritual Iran, Ayatollah Ali Khamenei memperingatkan "musuh" negara itu mungkin mencoba memobilisasi kaum pekerja, setelah gagal menggulingkan pemerintah Islam dalam kerusuhan lebih dari dua bulan.

Salah satu tantangan paling berani bagi para pemimpin ulama Iran dalam beberapa dasawarsa, protes semakin memuncak, membuat frustrasi pihak berwenang yang menyalahkan musuh asing Iran dan agen mereka karena mengatur gangguan tersebut.

Baca: Robohkan Poster Khamenei, Demonstran Iran Ditembak Mati Aparat

"Sampai jam ini, syukurlah, musuh telah dikalahkan. Tetapi musuh memiliki trik baru setiap hari. Dan, dengan kekalahan hari ini, mereka mungkin menargetkan kelas yang berbeda seperti pekerja dan wanita," kata Khamenei seperti dikutip dari Reuters.

Wanita dan mahasiswa telah memainkan peran penting dalam demonstrasi jalanan anti-pemerintah, melambaikan dan membakar jilbab untuk mencela aturan berpakaian Islami yang ketat di Iran untuk wanita.

Gelombang kerusuhan meletus pada September setelah wanita Kurdi-Iran Mahsa Amini meninggal dalam tahanan polisi moral negara itu setelah dia ditangkap karena mengenakan pakaian yang dianggap "tidak pantas".

Baca: Ulama Sunni Iran Sebut Khamenei Bertanggung Jawab atas Pembunuhan 66 Demonstran, IRGC Marah

Protes menyebar ke sektor energi vital bulan lalu tetapi demonstrasi oleh para pekerja, yang sebagian ditujukan untuk tuntutan terkait dengan gaji dan kondisi kerja, telah dibatasi.

Pada tahun 1979, kombinasi protes massa dan pemogokan oleh pekerja minyak dan pedagang bazaar membantu menyapu ulama ke tampuk kekuasaan dalam revolusi Islam Iran.

Pada hari Sabtu, kantor berita aktivis HRANA mengatakan pemogokan duduk dan protes terjadi di dua lusin kampus di ibukota, Teheran, dan di kota-kota besar termasuk Isfahan, Tabriz dan Shiraz dengan slogan-slogan termasuk "Kebebasan, kebebasan, kebebasan".
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1952 seconds (11.97#12.26)