Soal Duduk Satu Meja dengan Korut, Ini Kata Utusan AS
Rabu, 08 Juli 2020 - 18:33 WIB
loading...
Utusan AS untuk Korea Utara (Korut) Stephen Biegun. Foto/WSJ
A
A
A
SEOUL - Wakil Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) dan utusan untuk Korea Utara (Korut), Stephen Biegun, mendinginkan laporan yang menyatakan Washington berusaha menggelar pertemuan dengan para pejabat Pyongyang terkait pembicaraan nuklir yang terhenti.
Biegun saat ini sedang dalam perjalanan empat hari ke Seoul dan Tokyo guna membahas denuklirisasi Korut.
Kunjungan itu memicu spekulasi di Korea Selatan (Korsel) bahwa Washington berusaha menghidupkan kembali diplomasi dengan Pyongyang jelang pemilihan presiden AS pada November mendatang - meskipun Korut berulang kali mengatakan tidak tertarik dalam pembicaraan. (Baca: Rayu Korut Kembali Berunding, Utusan AS Tiba di Korsel )
"Saya telah melihat beberapa komentar pers bahwa Korea Utara tidak siap untuk bertemu dengan saya dalam kunjungan ini," kata Biegun kepada wartawan setelah pembicaraan dengan mitranya dari Korsel.
"Agak aneh karena kami tidak meminta kunjungan dengan Korea Utara," cetusnya.
"Biarkan saya perjelas, kami tidak meminta kunjungan," tukasnya seperti dikutip dari Reuters, Rabu (8/7/2020).
Pembicaraan tentang persenjataan nuklir Pyongyang telah mandek sejak pertemuan puncak di Hanoi, Vietnam, antara Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Korut Kim Jong-un runtuh pada awal 2019 setelah Pyongyang meminta imbalan bantuan sanksi.
Biegun saat ini sedang dalam perjalanan empat hari ke Seoul dan Tokyo guna membahas denuklirisasi Korut.
Kunjungan itu memicu spekulasi di Korea Selatan (Korsel) bahwa Washington berusaha menghidupkan kembali diplomasi dengan Pyongyang jelang pemilihan presiden AS pada November mendatang - meskipun Korut berulang kali mengatakan tidak tertarik dalam pembicaraan. (Baca: Rayu Korut Kembali Berunding, Utusan AS Tiba di Korsel )
"Saya telah melihat beberapa komentar pers bahwa Korea Utara tidak siap untuk bertemu dengan saya dalam kunjungan ini," kata Biegun kepada wartawan setelah pembicaraan dengan mitranya dari Korsel.
"Agak aneh karena kami tidak meminta kunjungan dengan Korea Utara," cetusnya.
"Biarkan saya perjelas, kami tidak meminta kunjungan," tukasnya seperti dikutip dari Reuters, Rabu (8/7/2020).
Pembicaraan tentang persenjataan nuklir Pyongyang telah mandek sejak pertemuan puncak di Hanoi, Vietnam, antara Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Korut Kim Jong-un runtuh pada awal 2019 setelah Pyongyang meminta imbalan bantuan sanksi.
Lihat Juga :