Membangkang Aturan Pemerintah, Viral Foto Pasangan Iran Berciuman di Jalan

Jum'at, 18 November 2022 - 09:13 WIB
loading...
Membangkang Aturan Pemerintah,...
Foto pasangan yang tengah berciuman di jalan Iran mendadak viral di tengah aksi protes nasional. Foto/Fox News
A A A
TEHERAN - Sebuah foto pasangan di Iran yang berciuman di jalanan mendadak viral di tengah maraknya aksi protes atas kematian Mahsa Amini . Aksi pasangan itu dianggap sebagai bentuk pembangkangan yang unik dan indah saat pemerintah Iran meningkatkan tindakan keras terhadap aksi protes nasional.

Foto itu memperlihatkan seorang pria dan wanita berciuman di jalan, dikelilingi oleh mobil. Wajah mereka disamarkan, tetapi sang wanita terlihat tidak mengenakan jilbab sebuah tindakan pembangkangan yang bahkan lebih terbuka terkait dengan dugaan kejahatan yang memicu aksi protes sejak awal.

"Ada alasan mengapa foto ini menjadi viral di media sosial," kata Lisa Daftari, pakar Timur Tengah dan pemimpin redaksi The Foreign Desk.

"Foto ini melambangkan begitu banyak aspek revolusi saat ini di Iran. Seorang wanita yang dengan berani menentang hukum hijab, pasangan yang melanggar hukum Syariah yang melarang berciuman di depan umum, terutama jika mereka belum menikah, dan dengan berani berdiri di tengah lalu lintas untuk membuat pesan mereka diketahui dunia," jelasnya seperti dilansir dari Fox News, Jumat (18/11/2022).

Baca: Inggris-Prancis Kutuk Sikap Keras Iran pada Demonstran

Aksi protes di Iran dimulai pada pertengahan September lalu setelah polisi moralitas negara itu menangkap Mahsa Amini yang berusia 22 tahun karena tidak mengenakan jilbabnya dengan benar. Polisi membawanya ke rumah sakit satu jam kemudian dengan luka yang tampak akibat pemukulan, dan dia meninggal beberapa hari kemudian.

Sentimen anti-hijab telah berdiri sebagai simbol pemersatu yang jelas bagi para pengunjuk rasa dengan para wanita melepas jilbab dan memotong rambut mereka pada hari-hari pertama aksi protes.

"Pemuda Iran sangat bersemangat untuk memberi tahu dunia bahwa mereka tidak akan mundur," kata Daftari.

"Mereka berjuang untuk setiap kebebasan," imbuhnya.

Baca: Korban Tewas Demonstrasi di Iran Sentuh Angka 300 Lebih, 43 Anak-anak

Protes sekarang telah menyebar ke lebih dari 140 kota dan berlangsung selama lebih dari dua bulan. Menurut LSM Hak Asasi Manusia Iran yang berbasis di Norwegia pasukan keamanan Iran telah menewaskan sedikitnya 326 protes, dengan beberapa kelompok memperkirakan jumlah total mungkin lebih tinggi.

Rezim Iran melakukan tindakan keras mereka selangkah lebih maju dengan menjatuhkan hukuman mati atas dugaan kejahatan yang dilakukan selama protes.

Hukuman mati pertama terkait dengan pembakaran yang dilakukan terhadap gedung-gedung pemerintah selama protes, dan pengadilan Revolusi menjatuhkan hukuman mati kedua pada hari Selasa karena diduga meneror orang di jalan menggunakan senjata tajam, membakar sepeda motor warga dan menyerang seseorang dengan pisau, menurut situs peradilan Mizan Online.

Selain itu, menurut New York Times, pasukan keamanan Iran telah mulai menargetkan remaja dan anak-anak pada protes tersebut. Petugas diduga memenjarakan seorang anak berusia 14 tahun bersama tahanan dewasa dan memukuli seorang gadis berusia 13 tahun dengan pakaian biasa.

Baca: Iran Dilaporkan Hukum Mati Tiga Pengunjuk Rasa

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Detail Cekcok Trump...
Ini Detail Cekcok Trump dan Mohammed bin Salman Gara-gara Perang Iran
Eks Jenderal Zionis:...
Eks Jenderal Zionis: Netanyahu Mengarang Iran Miliki Bom Nuklir untuk Menakuti Publik Israel
AS Pertimbangkan Tarik...
AS Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Arab Saudi, Berseteru Gara-gara Perang Iran
Israel Ancam Serang...
Israel Ancam Serang Iran Ketiga Kalinya Meski Sedang Negosiasi dengan AS
Helikopter Angkatan...
Helikopter Angkatan Laut AS Jatuh di Laut Arab, 1 Awak Hilang, Ditembak Iran?
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
Pasokan Minyak Iran...
Pasokan Minyak Iran Kembali Banjiri Pasar Asia, Harga Minyak Dunia Anjlok 4%
WHO: Gelombang Panas...
WHO: Gelombang Panas Eropa Sebabkan 1.300 Kematian, Terbanyak di Prancis
Menakjubkan! Detik-Detik...
Menakjubkan! Detik-Detik Danau Kawah Gunung Filipina Meletus Dahsyat, Picu Tsunami
Rekomendasi
Rapat Paripurna RAPBN...
Rapat Paripurna RAPBN 2027 hingga Calon Anggota BS OJK Dihadiri 298 Anggota DPR
Profil Christina Endarwati...
Profil Christina Endarwati Ketua Majelis Hakim Sidang Dokter Tifa terkait Ijazah Jokowi
Siapkan Generasi Unggul,...
Siapkan Generasi Unggul, Yayasan Pendidikan Islam RUS Kudus Hadirkan SMP Internasional
Berita Terkini
Usai Tewaskan 1.300...
Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
Gempa Kembar Venezuela...
Gempa Kembar Venezuela Tewaskan 2.295 Orang: Mirip Zona Perang, Bau Mayat Menyengat
Ini Detail Cekcok Trump...
Ini Detail Cekcok Trump dan Mohammed bin Salman Gara-gara Perang Iran
Eks Jenderal Zionis:...
Eks Jenderal Zionis: Netanyahu Mengarang Iran Miliki Bom Nuklir untuk Menakuti Publik Israel
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
AS Pertimbangkan Tarik...
AS Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Arab Saudi, Berseteru Gara-gara Perang Iran
Infografis
Rp603 Triliun Milik...
Rp603 Triliun Milik Amerika Serikat Habis Terbakar di Langit Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved