MI5: Inggris Hadapi Ancaman Keamanan besar dari Rusia, China dan Iran
Rabu, 16 November 2022 - 23:44 WIB
loading...
A
A
A
Dia mengatakan kesediaan negara untuk melakukan tindakan "sembrono" telah terlihat di seluruh Eropa dalam beberapa tahun terakhir.
Kepala MI5 itu juga mengatakan Iran juga telah memberikan dukungan kepada Rusia, termasuk dengan memasok drone yang dikatakannya telah "menimbulkan kesengsaraan" di Ukraina.
Dia memperingatkan invasi Rusia ke Ukraina telah "meningkatkan pertanyaan keamanan nasional, beberapa pemikiran yang dimasukkan ke dalam buku sejarah".
Dia memperingatkan Moskow akan terus menggunakan campuran ancaman terselubung - seperti mata-mata dan serangan dunia maya - serta cara yang lebih terbuka seperti tekanan pada harga energi dan disinformasi untuk menargetkan Inggris.
"Mereka akan terus menyerang kita," ujarnya.
Tetapi kepala MI5 itu menyuarakan nada optimis tentang kemampuan negara-negara untuk mempersulit operasi mata-mata Rusia.
Baca: PM Inggris kepada Menlu Rusia: Pergi dari Ukraina!
McCallum mengungkapkan lebih dari 600 pejabat Rusia telah diusir di seluruh dunia sejak invasi ke Ukraina pada Februari dan lebih dari 400 diyakini sebagai mata-mata.
"Ini merupakan pukulan strategis paling signifikan terhadap dinas intelijen Rusia dalam sejarah Eropa baru-baru ini," ucapnya.
Di Inggris, 23 mata-mata Rusia yang menyamar sebagai diplomat telah diusir. Tetapi selain itu, kata McCallum, sekitar 100 orang Rusia lainnya telah ditolak visa diplomatiknya dengan alasan keamanan nasional untuk menggantikan mereka.
"Kita tidak boleh berpuas diri," kepala MI5 itu memperingatkan.
"Kita harus bersiap untuk mengantisipasi agresi Rusia secara terselubung dan terang-terangan terhadap Inggris di tahun-tahun mendatang," ujarnya.
Dia juga memperingatkan China adalah "tantangan besar dan abadi" yang menggunakan "segala cara yang mereka miliki" untuk memantau dan terkadang mengintimidasi mereka yang dianggap lawan.
Kepala MI5 itu juga mengatakan Iran juga telah memberikan dukungan kepada Rusia, termasuk dengan memasok drone yang dikatakannya telah "menimbulkan kesengsaraan" di Ukraina.
Dia memperingatkan invasi Rusia ke Ukraina telah "meningkatkan pertanyaan keamanan nasional, beberapa pemikiran yang dimasukkan ke dalam buku sejarah".
Dia memperingatkan Moskow akan terus menggunakan campuran ancaman terselubung - seperti mata-mata dan serangan dunia maya - serta cara yang lebih terbuka seperti tekanan pada harga energi dan disinformasi untuk menargetkan Inggris.
"Mereka akan terus menyerang kita," ujarnya.
Tetapi kepala MI5 itu menyuarakan nada optimis tentang kemampuan negara-negara untuk mempersulit operasi mata-mata Rusia.
Baca: PM Inggris kepada Menlu Rusia: Pergi dari Ukraina!
McCallum mengungkapkan lebih dari 600 pejabat Rusia telah diusir di seluruh dunia sejak invasi ke Ukraina pada Februari dan lebih dari 400 diyakini sebagai mata-mata.
"Ini merupakan pukulan strategis paling signifikan terhadap dinas intelijen Rusia dalam sejarah Eropa baru-baru ini," ucapnya.
Di Inggris, 23 mata-mata Rusia yang menyamar sebagai diplomat telah diusir. Tetapi selain itu, kata McCallum, sekitar 100 orang Rusia lainnya telah ditolak visa diplomatiknya dengan alasan keamanan nasional untuk menggantikan mereka.
"Kita tidak boleh berpuas diri," kepala MI5 itu memperingatkan.
"Kita harus bersiap untuk mengantisipasi agresi Rusia secara terselubung dan terang-terangan terhadap Inggris di tahun-tahun mendatang," ujarnya.
Dia juga memperingatkan China adalah "tantangan besar dan abadi" yang menggunakan "segala cara yang mereka miliki" untuk memantau dan terkadang mengintimidasi mereka yang dianggap lawan.
Lihat Juga :