Serangan Rudal Houthi Tewaskan 6 Orang di Provinsi Lahj Yaman

Minggu, 13 November 2022 - 15:00 WIB
loading...
Serangan Rudal Houthi...
Serangan Rudal Houthi Tewaskan 6 Orang di Provinsi Lahj Yaman.
A A A
AL-MUKALLA - Empat tentara Yaman dan dua warga sipil tewas akibat serangan rudal Houthi di sebuah desa di provinsi Lahj, Yaman, Jumat (11/11/2022). Ini terjadi ketika milisi meningkatkan serangan terhadap wilayah yang dikuasai pemerintah di provinsi tersebut dan di tempat lain.

Seorang pejabat militer setempat mengatakan kepada Arab News, peluru kendali yang diluncurkan Houthi menargetkan kendaraan militer yang mengangkut pasukan dan penduduk di desa Qadash, utara provinsi Lahj, menewaskan enam orang - empat tentara dan dua warga sipil - dan melukai lebih banyak lagi.

Baca: Serangan Pemberontak Houthi Tewaskan 6 Tentara Yaman

Serangan itu mendorong pasukan pro-kemerdekaan selatan untuk melakukan serangan balik, dengan mengebom berat bagian-bagian provinsi yang dikuasai Houthi.

Juga di Lahj, seorang tentara pemerintah Yaman tewas dalam pertempuran dengan Houthi di bagian yang disengketakan di distrik Tur Al-Bahah di provinsi itu pada hari Sabtu.

Pejabat lokal dan laporan media mengatakan bahwa Houthi menyerang pasukan separatis di wilayah Hayfan distrik Tur Al-Bahah dalam upaya untuk mendapatkan wilayah. Puluhan warga sipil dan pejuang tewas dalam pertempuran di Yaman sejak gencatan senjata yang ditengahi PBB berakhir pada awal Oktober.

Baca: Pemberontak Houthi Yaman Dituduh Menyiksa 4 Jurnalis yang Diculik

Gencatan senjata yang mulai berlaku pada 2 April secara signifikan mengurangi kekerasan di seluruh Yaman, memungkinkan tanker bahan bakar memasuki pelabuhan Hodeidah dan juga mengizinkan ribuan warga Yaman untuk terbang secara komersial dari Sanaa.

Houthi sendiri menolak untuk memperpanjang gencatan senjata serta membayar pegawai negeri di daerah-daerah di bawah kendali mereka. Mereka juga menolak proposal untuk mencabut sebagian pengepungan mereka terhadap Taiz, kota terbesar ketiga Yaman.

Pada hari Jumat, milisi mengabaikan tuntutan internasional untuk menghentikan serangan terhadap instalasi minyak yang dikendalikan pemerintah, mengulangi ancaman terhadap kapal tanker minyak yang mengangkut pengiriman minyak Yaman ke pasar luar negeri.

Baca: Yaman Minta Dunia Internasional Tekan Houthi untuk Hormati Gencatan Senjata

Hussein Al-Azzi, Wakil Menteri Luar Negeri Houthi, mengecam diplomat AS, Inggris, dan Prancis yang meminta milisi untuk berhenti menargetkan infrastruktur minyak, mengancam akan melanjutkan serangan sampai pemerintah Yaman setuju untuk berbagi pendapatan dari penjualan minyak.

“Sanaa akan terus menjaga aset rakyat dan tidak akan menyerah sampai semua aktivitas pencurian dan penjarahan berakhir dan lenyap sama sekali,” kata pejabat Houthi.

Bulan lalu, pemerintah Yaman menyatakan Houthi sebagai kelompok teroris dan menuntut agar masyarakat internasional mengikutinya. Langkah ini diambil setelah milisi melancarkan serangan pesawat tak berawak ke dua pelabuhan minyak di Hadramout dan Shabwa.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
Hizbullah Puji Aksi...
Hizbullah Puji Aksi Iran dan Houthi Hadapi Israel untuk Bela Rakyat Lebanon
Bela Iran, Houthi Larang...
Bela Iran, Houthi Larang Seluruh Kapal Israel Lewat Laut Merah
Tak Hanya Iran, Houthi...
Tak Hanya Iran, Houthi Yaman Juga Tembakkan Rudal ke Israel
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
Sebulan Ditahan di Libya,...
Sebulan Ditahan di Libya, Tiga Aktivis Pro Palestina Akhirnya Bebas
Didemo atas Tuduhan...
Didemo atas Tuduhan Korupsi, Presiden Serbia Vucic Umumkan Akan Mundur
Rekomendasi
Transisi Net Zero Ubah...
Transisi Net Zero Ubah Peran CFO Menjadi Penggerak Transformasi Bisnis
DPW PPP Banten Targetkan...
DPW PPP Banten Targetkan Tambah Kursi Legislatif pada Pemilu 2029
Ghana Lolos ke 32 Besar,...
Ghana Lolos ke 32 Besar, Skotlandia Tersingkir dan Steve Clarke Mundur
Berita Terkini
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Guncang Venezuela: 1.430 Orang Tewas, 3.200 Luka, 50.000 Hilang
China Selidiki Insiden...
China Selidiki Insiden Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi, Pilot Tewas, 13 Orang Luka
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved