Sekjen Hizbullah Ingin Lebanon Miliki Presiden yang Menentang AS

Sabtu, 12 November 2022 - 14:31 WIB
loading...
A A A
"Presiden Lebanon berikutnya tidak boleh takut jika duta besar AS atau pemerintah AS meneriakinya...Dia tidak boleh mulai gemetar dan membuat konsesi," lanjut dia dalam pidato yang disiarkan televisi, seperti dikutip AFP, Sabtu (12/11/2022).

Parlemen Lebanon yang terpecah telah mengadakan lima putaran pemungutan suara sejak September, dengan tidak ada kandidat yang mendapatkan cukup dukungan untuk menggantikan Aoun. Itu terjadi karena Hizbullah dan sekutunya memberikan suara kosong.

Anggota Parlemen, Michel Moawad, telah mengumpulkan suara terbanyak di Parlemen meskipun dia masih jauh dari mendapatkan dukungan yang cukup untuk meraih kursi kepresidenan.

Moawad memiliki hubungan baik dengan Washington dan telah berulang kali meminta Hizbullah—satu-satunya faksi yang menyimpan senjatanya setelah berakhirnya perang saudara Lebanon 1975-1990—untuk dilucuti.

Hizbullah belum secara resmi mendukung seorang kandidat presiden, tetapi Nasrallah telah memperingatkan bahwa presiden Lebanon berikutnya tidak boleh dekat dengan Washington, yang dia tuduh melakukan "campur tangan" di Lebanon.

Beberapa anggota Parlemen menuduh gerakan Syiah tersebut dan sekutunya menghalangi pemungutan suara.

Kelompok tersebut mengadopsi taktik seperti itu selama pemilu terakhir—sebuah langkah yang membuat Lebanon tanpa presiden selama lebih dari dua tahun.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Murka AS Serang...
Iran Murka AS Serang Wilayah dan Infrastruktur Sipil, Ini Daftarnya
China Ungguli AS dalam...
China Ungguli AS dalam Popularitas Global, Xi Jinping Dianggap Lebih Positif daripada Trump
Trump Geram pada Netanyahu...
Trump Geram pada Netanyahu karena Kritik Rencana AS Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Israel Marah atas Runtuhnya...
Israel Marah atas Runtuhnya Dukungan AS, Padahal Sudah Bayar Buzzer Rp26,8 Miliar Per Bulan
Balas AS, Iran Ancam...
Balas AS, Iran Ancam Serang Habis-habisan Infrastruktur Regional
Trump Tuduh China Ikut...
Trump Tuduh China Ikut Campur Pemilu AS: Kompromi Data Terbesar dalam Sejarah!
Trump Batal Pungut Biaya...
Trump Batal Pungut Biaya 20% di Selat Hormuz, Negara Teluk Janji Investasi Jumbo ke AS
30 Warga Sipil dan 7...
30 Warga Sipil dan 7 Tentara Iran Tewas dalam Serangan AS
Usai Menang Semifinal...
Usai Menang Semifinal Piala Dunia, Argentina Tuduh Kapal Perang Inggris Langgar Kedaulatan
Rekomendasi
Brigjen Pol Irhamni:...
Brigjen Pol Irhamni: Kolaborasi Aparat Penegak Hukum Jadi Kunci Jerat Mafia Lingkungan
MNC Bank Gandeng MNC...
MNC Bank Gandeng MNC Sekuritas Dorong Literasi Keuangan Gen Z lewat Solusi Perbankan Digital
Uji Dynotest Tukang...
Uji Dynotest Tukang Solar di Thailand: Berapa Besar Kenaikan Tenaga Toyota FJ Cruiser Terbaru?
Berita Terkini
Iran Murka AS Serang...
Iran Murka AS Serang Wilayah dan Infrastruktur Sipil, Ini Daftarnya
China Ungguli AS dalam...
China Ungguli AS dalam Popularitas Global, Xi Jinping Dianggap Lebih Positif daripada Trump
Trump Geram pada Netanyahu...
Trump Geram pada Netanyahu karena Kritik Rencana AS Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Iran Gempur Pusat Komando...
Iran Gempur Pusat Komando AS di Suriah, Hancurkan Radar dan Helikopter
Presiden Israel Ingin...
Presiden Israel Ingin Berdamai dengan Arab Saudi: Saya Menghormati Mohammed bin Salman
Israel Marah atas Runtuhnya...
Israel Marah atas Runtuhnya Dukungan AS, Padahal Sudah Bayar Buzzer Rp26,8 Miliar Per Bulan
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved