Iran Kembangkan Rudal Hipersonik, Mudah Tembus Iron Dome Israel
Jum'at, 11 November 2022 - 11:20 WIB
loading...
A
A
A
Rudal-rudal semacam itu juga dapat membawa hulu ledak nuklir, membuat ancaman semakin mengkhawatirkan.
Terutama setelah Iran mengumumkan pada hari Kamis bahwa mereka telah mengembangkan rudal hipersonik yang dapat menembus setiap perisai pertahanan rudal apa pun.
Kantor berita Tasnim mengutip komandan Pasukan Dirgantara IRGC, Brigadir Jenderal Amir Ali Hajizadeh mengatakan; "Rudal ini memiliki kecepatan tinggi dan dapat bermanuver masuk dan keluar dari atmosfer. Ini akan menargetkan sistem anti-rudal canggih musuh dan merupakan lompatan besar generasi di bidang rudal.”
Menurut Hajizadeh, rudal baru tersebut dapat menembus sistem pertahanan udara yang canggih.
Terlepas dari sanksi dan kritik internasional, Iran, yang memiliki lebih dari 1.000 rudal balistik jarak pendek dan menengah, terus bekerja pada program rudal dan nuklirnya.
Dengan meningkatnya ketegangan atas program nuklir Iran dan permusuhan regional, Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz mengatakan kepada wartawan pada hari Selasa bahwa Israel memiliki kemampuan untuk menyerang fasilitas nuklir Iran.
“Israel memiliki kemampuan untuk bertindak di Iran. Kami memiliki kesiapan, kemampuan pengembangan, dan rencana jangka panjang yang kami kelola. Kami perlu mempersiapkan kemungkinan ini, dan kami juga perlu mempertimbangkan masalah ini dengan sangat hati-hati sebelum melaksanakannya,” katanya kepada wartawan.
Persiapan semacam itu diyakini menelan biaya lebih dari NIS7 miliar.
Terutama setelah Iran mengumumkan pada hari Kamis bahwa mereka telah mengembangkan rudal hipersonik yang dapat menembus setiap perisai pertahanan rudal apa pun.
Kantor berita Tasnim mengutip komandan Pasukan Dirgantara IRGC, Brigadir Jenderal Amir Ali Hajizadeh mengatakan; "Rudal ini memiliki kecepatan tinggi dan dapat bermanuver masuk dan keluar dari atmosfer. Ini akan menargetkan sistem anti-rudal canggih musuh dan merupakan lompatan besar generasi di bidang rudal.”
Menurut Hajizadeh, rudal baru tersebut dapat menembus sistem pertahanan udara yang canggih.
Terlepas dari sanksi dan kritik internasional, Iran, yang memiliki lebih dari 1.000 rudal balistik jarak pendek dan menengah, terus bekerja pada program rudal dan nuklirnya.
Dengan meningkatnya ketegangan atas program nuklir Iran dan permusuhan regional, Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz mengatakan kepada wartawan pada hari Selasa bahwa Israel memiliki kemampuan untuk menyerang fasilitas nuklir Iran.
“Israel memiliki kemampuan untuk bertindak di Iran. Kami memiliki kesiapan, kemampuan pengembangan, dan rencana jangka panjang yang kami kelola. Kami perlu mempersiapkan kemungkinan ini, dan kami juga perlu mempertimbangkan masalah ini dengan sangat hati-hati sebelum melaksanakannya,” katanya kepada wartawan.
Persiapan semacam itu diyakini menelan biaya lebih dari NIS7 miliar.
(min)
Lihat Juga :