Korea Utara Akui Tes Rudalnya sebagai Latihan Menyerang Korsel dan AS
Senin, 07 November 2022 - 21:00 WIB
loading...
Korut menembakkan rudal jelajah berkemampuan nuklir. Foto/REUTERS
A
A
A
PYONGYANG - Militer Korea Utara (Korut) pada Senin (7/11/2022) mengakui rentetan uji coba rudalnya baru-baru ini adalah praktik untuk "tanpa ampun" menyerang target utama Korea Selatan (Korsel) dan Amerika Serikat (AS).
Menurut Korut, target-target rudal mereka seperti pangkalan udara dan sistem komando operasi. Pyongyang juga tak segang menggunakan berbagai rudal yang kemungkinan termasuk senjata berkemampuan nuklir.
Pengumuman Korea Utara menggarisbawahi tekad Pemimpin Kim Jong-un untuk tidak mundur dalam menghadapi dorongan musuhnya untuk memperluas latihan militer mereka.
Tetapi beberapa ahli mengatakan Kim juga menggunakan latihan mereka sebagai alasan untuk memodernisasi persenjataan nuklirnya dan meningkatkan pengaruhnya dalam urusan masa depan dengan Washington dan Seoul.
Baca juga: Pejabat Tinggi Gedung Putih Gelar Pembicaraan Rahasia dengan Rusia
Korea Utara menembakkan lusinan rudal dan menerbangkan pesawat tempur ke arah laut pekan lalu, memicu peringatan evakuasi warga di beberapa wilayah Korea Selatan dan Jepang.
Aksi Korut itu sebagai protes atas latihan angkatan udara besar-besaran AS-Korea Selatan yang dianggap Korea Utara sebagai latihan invasi.
Pejabat AS dan Korea Selatan mengatakan mereka akan lebih meningkatkan acara pelatihan bersama mereka.
Baca juga: Netanyahu Ingin Tarik Lapid dan Gantz ke Kabinet untuk Hindari Isolasi Internasional
Mereka memperingatkan Korea Utara bahwa penggunaan senjata nuklir akan mengakibatkan berakhirnya rezim Kim.
“Operasi militer yang sesuai baru-baru ini oleh Tentara Rakyat Korea adalah jawaban yang jelas dari (Korea Utara) bahwa semakin gigih gerakan militer provokatif musuh berlanjut, semakin teliti dan tanpa ampun KPA akan melawan mereka,” ungkap pernyataan Staf Umum militer Korea Utara.
Menurut Korut, target-target rudal mereka seperti pangkalan udara dan sistem komando operasi. Pyongyang juga tak segang menggunakan berbagai rudal yang kemungkinan termasuk senjata berkemampuan nuklir.
Pengumuman Korea Utara menggarisbawahi tekad Pemimpin Kim Jong-un untuk tidak mundur dalam menghadapi dorongan musuhnya untuk memperluas latihan militer mereka.
Tetapi beberapa ahli mengatakan Kim juga menggunakan latihan mereka sebagai alasan untuk memodernisasi persenjataan nuklirnya dan meningkatkan pengaruhnya dalam urusan masa depan dengan Washington dan Seoul.
Baca juga: Pejabat Tinggi Gedung Putih Gelar Pembicaraan Rahasia dengan Rusia
Korea Utara menembakkan lusinan rudal dan menerbangkan pesawat tempur ke arah laut pekan lalu, memicu peringatan evakuasi warga di beberapa wilayah Korea Selatan dan Jepang.
Aksi Korut itu sebagai protes atas latihan angkatan udara besar-besaran AS-Korea Selatan yang dianggap Korea Utara sebagai latihan invasi.
Pejabat AS dan Korea Selatan mengatakan mereka akan lebih meningkatkan acara pelatihan bersama mereka.
Baca juga: Netanyahu Ingin Tarik Lapid dan Gantz ke Kabinet untuk Hindari Isolasi Internasional
Mereka memperingatkan Korea Utara bahwa penggunaan senjata nuklir akan mengakibatkan berakhirnya rezim Kim.
“Operasi militer yang sesuai baru-baru ini oleh Tentara Rakyat Korea adalah jawaban yang jelas dari (Korea Utara) bahwa semakin gigih gerakan militer provokatif musuh berlanjut, semakin teliti dan tanpa ampun KPA akan melawan mereka,” ungkap pernyataan Staf Umum militer Korea Utara.
Lihat Juga :