Penyiar TV Rusia: Rudal Nuklir Bisa Hantam Inggris dalam 9 Menit, dan Goodbye London!
Senin, 07 November 2022 - 11:43 WIB
loading...
A
A
A
"Semua orang di sana menjadi histeris hari ini karena [rudal Kinzhal] bisa sampai ke London dari Belarus dalam sembilan menit," klaim Solovyov.
“Rudal Killjoy juga dikenal sebagai Kinzhal memiliki jangkauan lebih dari 2.000 km dan dapat mencapai kecepatan 12 kali kecepatan suara, sembilan menit dan 'hello London!' atau lebih tepatnya 'hello and goodbye London!'," paparnya.
Narasi dari Solovyov sangat kecil kemungkinan terjadi. Sebab, jika itu dilakukan militer Rusia terhadap Inggris, maka akan memaksa NATO memberlakukan Pasal 5—yang akan membuat seluruh negara NATO mengeroyok Rusia. Itu berarti Perang Dunia III pecah.
Menurut analisis Missile Defense Project—bagian dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) yang berbasis di Washington—rudal hipersonik Kh-47M2 Kinzhal mampu membawa hulu ledak nuklir dan memiliki jangkauan 2.000 km.
Senjata itu diresmikan oleh Kremlin pada 2018.
Jika militer Rusia, atas perintah Presiden Valadimir Putin, menembakkan rudal yang dipersenjatai dengan perangkat termonuklir, mereka akan berharap itu berjalan lebih baik daripada pada bulan September ketika salah satu dari misil itu jatuh.
Para pemimpin militer Rusia dibiarkan berwajah merah menanggung malu ketika rekaman video muncul menunjukkan sisa-sisa pembakaran rudal yang dijuluki "belati" ketika jatuh di atas Stavropol Krai, di wilayah Kaukasus Utara Rusia, pada September lalu.
“Rudal Killjoy juga dikenal sebagai Kinzhal memiliki jangkauan lebih dari 2.000 km dan dapat mencapai kecepatan 12 kali kecepatan suara, sembilan menit dan 'hello London!' atau lebih tepatnya 'hello and goodbye London!'," paparnya.
Narasi dari Solovyov sangat kecil kemungkinan terjadi. Sebab, jika itu dilakukan militer Rusia terhadap Inggris, maka akan memaksa NATO memberlakukan Pasal 5—yang akan membuat seluruh negara NATO mengeroyok Rusia. Itu berarti Perang Dunia III pecah.
Menurut analisis Missile Defense Project—bagian dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) yang berbasis di Washington—rudal hipersonik Kh-47M2 Kinzhal mampu membawa hulu ledak nuklir dan memiliki jangkauan 2.000 km.
Senjata itu diresmikan oleh Kremlin pada 2018.
Jika militer Rusia, atas perintah Presiden Valadimir Putin, menembakkan rudal yang dipersenjatai dengan perangkat termonuklir, mereka akan berharap itu berjalan lebih baik daripada pada bulan September ketika salah satu dari misil itu jatuh.
Para pemimpin militer Rusia dibiarkan berwajah merah menanggung malu ketika rekaman video muncul menunjukkan sisa-sisa pembakaran rudal yang dijuluki "belati" ketika jatuh di atas Stavropol Krai, di wilayah Kaukasus Utara Rusia, pada September lalu.
Lihat Juga :