Korsel Kirim 3 Jet Tempur Setelah Deteksi 180 Penerbangan Militer Korut
Jum'at, 04 November 2022 - 18:30 WIB
loading...
A
A
A
Baca: Korut Tembakkan Rudal Antarbenua, Jepang Perintahkan Warganya Berlindung
“Rudal diluncurkan dari Kabupaten Koksan di Provinsi Hwanghae Utara sekitar pukul 21:35,” menurut Kepala Staf Gabungan (JCS) Korsel. JCS kemudian mengatakan, rudal Korut terbang sekitar 490 kilometer pada puncak sekitar 130 kilometer pada pidato puncak 6 Mach.
Menurut JCS, Korut juga menembakkan sekitar 80 peluru artileri sekitar pukul 11:30 malam. Kamis ke zona penyangga militer di Laut Timur, melanggar perjanjian 2018 dengan Korea Selatan yang dirancang untuk mengurangi ketegangan militer.
Peluncuran rudal larut malam itu terjadi kurang dari satu jam setelah Pak Jong-chon, sekretaris Komite Sentral Partai Buruh yang berkuasa di Korut merilis sebuah pernyataan yang mengecam Korsel dan keputusan AS sebelumnya untuk memperpanjang latihan udara Vigilant Storm yang dimulai pada hari Senin.
"Keputusan AS dan Korsel yang tidak bertanggung jawab mendorong situasi saat ini yang disebabkan oleh tindakan militer provokatif dari pasukan sekutu ke fase yang tidak terkendali," katanya dalam sebuah pernyataan yang dibawa oleh Kantor Berita Pusat Korea. "Ini adalah pilihan yang sangat berbahaya dan salah," lanjut pernyataan itu.
“Rudal diluncurkan dari Kabupaten Koksan di Provinsi Hwanghae Utara sekitar pukul 21:35,” menurut Kepala Staf Gabungan (JCS) Korsel. JCS kemudian mengatakan, rudal Korut terbang sekitar 490 kilometer pada puncak sekitar 130 kilometer pada pidato puncak 6 Mach.
Menurut JCS, Korut juga menembakkan sekitar 80 peluru artileri sekitar pukul 11:30 malam. Kamis ke zona penyangga militer di Laut Timur, melanggar perjanjian 2018 dengan Korea Selatan yang dirancang untuk mengurangi ketegangan militer.
Peluncuran rudal larut malam itu terjadi kurang dari satu jam setelah Pak Jong-chon, sekretaris Komite Sentral Partai Buruh yang berkuasa di Korut merilis sebuah pernyataan yang mengecam Korsel dan keputusan AS sebelumnya untuk memperpanjang latihan udara Vigilant Storm yang dimulai pada hari Senin.
"Keputusan AS dan Korsel yang tidak bertanggung jawab mendorong situasi saat ini yang disebabkan oleh tindakan militer provokatif dari pasukan sekutu ke fase yang tidak terkendali," katanya dalam sebuah pernyataan yang dibawa oleh Kantor Berita Pusat Korea. "Ini adalah pilihan yang sangat berbahaya dan salah," lanjut pernyataan itu.
(esn)
Lihat Juga :