China: AS Harus Bertanggung Jawab atas Rusaknya Diplomasi Perubahan Iklim

Jum'at, 04 November 2022 - 16:30 WIB
loading...
China: AS Harus Bertanggung...
China: AS Harus Bertanggung Jawab atas Rusaknya Diplomasi Perubahan Iklim. FOTO/Reuters
A A A
BEIJING - Diplomasi perubahan iklim antara China dan Amerika Serikat (AS) tidak dapat dipisahkan dari ketegangan politik yang lebih luas antara kedua belah pihak. Dan, Washington harus bertanggung jawab atas kegagalan pembicaraan, kata Kementerian Luar Negeri China.

Hampir 200 negara akan berkumpul di Sharm El-Sheikh, Mesir untuk putaran lain negosiasi iklim global. Tetapi, ketegangan diplomatik antara dua sumber terbesar gas rumah kaca pemanasan iklim telah mengancam untuk membayangi pertemuan, yang dikenal sebagai COP27.

Baca: Seteru Memanas, AS dan Rusia Kerahkan Kapal Selam Nuklir ke Lokasi Strategis

Perjanjian dan deklarasi bersama oleh Beijing dan Washington membantu mendorong Perjanjian Paris yang penting pada tahun 2015, tetapi China menangguhkan semua diskusi bilateral pada bulan Agustus setelah kunjungan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat AS Nancy Pelosi ke Taiwan, sebuah pulau yang memiliki pemerintahan sendiri yang diklaim China.

"China dan Amerika Serikat sebelumnya mengembangkan kerja sama yang baik di bidang perubahan iklim, bekerja sama untuk mencapai dan memberlakukan Perjanjian Paris," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China dalam sebuah pernyataan, Kamis (3/11/2022) malam.

“Pada saat yang sama, kerja sama iklim China-AS tidak dapat dipisahkan dari iklim hubungan bilateral yang luas,” tambah juru bicara itu. Ia mencatat bahwa “pelanggaran serius kedaulatan China” Pelosi di Taiwan telah membuat China tidak punya pilihan selain menunda pembicaraan. “Pihak Amerika Serikat harus bertanggung jawab untuk ini,” lanjutnya.

Baca: Dewan Keamanan PBB Tolak Penyelidikan terhadap Biolab AS di Ukraina

Ditambahkan pula, China belum menangguhkan kerja sama dengan negara lain dan akan terus mendukung proses negosiasi iklim multilateral. “China bersedia berkomunikasi dan berkoordinasi dengan semua pihak untuk memastikan COP27 berhasil,” tambah jubir tersebut.

Ekspektasi menjelang COP27 sudah rendah di tengah kekhawatiran global tentang pasokan energi yang dibawa oleh invasi Rusia ke Ukraina, dan memburuknya hubungan China-AS telah mendorong ekspektasi tersebut lebih rendah lagi, kata para ahli.

“Kolaborasi AS-China dalam komitmen iklim adalah sesuatu yang sangat membantu di masa lalu,” kata Frank Jotzo, direktur Pusat Kebijakan Iklim dan Energi di Australian National University. "Itu tidak ada lagi, dan tidak ada banyak prospek untuk muncul kembali," katanya pada briefing Kamis.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Tembus Blokade Laut...
Tembus Blokade Laut Merah, Tanker Raksasa China Bawa Pulang 4 Juta Barel Minyak Arab Saudi
UU Etnis Kontroversial...
UU Etnis Kontroversial China Mulai Diberlakukan, Berpotensi Hapus Identitas Budaya Minoritas
Perang AS-Iran Memanas,...
Perang AS-Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Berpotensi Tembus 100 Dolar AS per Barel
Rekomendasi
Tingkatkan Nilai Jual...
Tingkatkan Nilai Jual TBS, 133 Pekebun Muara Enim Ikuti Pelatihan Panen Sawit
Wajah Baru Lotte Mart...
Wajah Baru Lotte Mart Wholesale Serang Tawarkan Pengalaman Belanja dan Kuliner dalam Satu Destinasi
Tembus Blokade Laut...
Tembus Blokade Laut Merah, Tanker Raksasa China Bawa Pulang 4 Juta Barel Minyak Arab Saudi
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved