Jadi Lokasi Tes 67 Bom Nuklir AS, Kepulauan Marshall Tuntut Kompensasi Rp46,8 Triliun
Selasa, 01 November 2022 - 13:59 WIB
loading...
A
A
A
Para perunding Kepulauan Marshall pertama-tama ingin AS menyelesaikan pembayaran kompensasi USD3 miliar yang baru dibayarkan USD270 juta.
Para pejabat di Majuro menghentikan pembicaraan pada bulan September untuk memperbarui kesepakatan antara AS, Kepulauan Marshall, Mikronesia dan Palau.
Kepulauan Marshall mengatakan pihaknya juga akan siap untuk melanjutkan pembicaraan dengan Yun jika Washington menangani masalah kesehatan dan lingkungan yang berasal dari uji coba bom nuklir Washington di masa lalu.
"Kami siap untuk menandatangani (perpanjangan Compact) besok, setelah masalah utama ditangani," kata Ketua Parlemen Kenneth Kedi kepada AFP, Selasa (1/11/2022).
"Kami perlu menemukan solusi yang bermartabat," katanya.
Kedi mewakili Rongelap Atoll yang masih terkena dampak uji coba bom nuklir Amerika.
Dia didorong oleh kesepakatan yang ditandatangani pada akhir September oleh Presiden AS Joe Biden dan para pemimpin pulau Pasifik, termasuk Presiden Kepulauan Marshall David Kabua, yang mencakup referensi komitmen AS untuk menangani masa lalu nuklirnya.
"Namun, sampai itu terjadi, itu menimbulkan tanda tanya pada semua janji yang telah dibuat Washington," kata Kedi.
Para pejabat di Majuro menghentikan pembicaraan pada bulan September untuk memperbarui kesepakatan antara AS, Kepulauan Marshall, Mikronesia dan Palau.
Kepulauan Marshall mengatakan pihaknya juga akan siap untuk melanjutkan pembicaraan dengan Yun jika Washington menangani masalah kesehatan dan lingkungan yang berasal dari uji coba bom nuklir Washington di masa lalu.
"Kami siap untuk menandatangani (perpanjangan Compact) besok, setelah masalah utama ditangani," kata Ketua Parlemen Kenneth Kedi kepada AFP, Selasa (1/11/2022).
"Kami perlu menemukan solusi yang bermartabat," katanya.
Kedi mewakili Rongelap Atoll yang masih terkena dampak uji coba bom nuklir Amerika.
Dia didorong oleh kesepakatan yang ditandatangani pada akhir September oleh Presiden AS Joe Biden dan para pemimpin pulau Pasifik, termasuk Presiden Kepulauan Marshall David Kabua, yang mencakup referensi komitmen AS untuk menangani masa lalu nuklirnya.
"Namun, sampai itu terjadi, itu menimbulkan tanda tanya pada semua janji yang telah dibuat Washington," kata Kedi.
Lihat Juga :