AS Hendak Kerahkan Pesawat Pengebom Nuklir ke Australia, China Marah

Selasa, 01 November 2022 - 11:57 WIB
loading...
AS Hendak Kerahkan Pesawat...
Rencana AS untuk mengerahkan pesawat pengebom nuklir B-52 ke Australia telah membuat China marah. Foto/REUTERS
A A A
BEIJING - China marah atas rencana Amerika Serikat (AS) mengerahkan pesawat pengebom nuklir B-52 ke Australia. Menurut Beijing, langkah Washington ini akan memicu perlombaan senjata di kawasan regional.

Menurut program investigasi "Four Corners" ABC yang ditayangkan hari Senin, Washington telah menyusun rencana untuk membangun sebuah "fasilitas operasi skuadron" khusus di pangkalan udara Tindal di selatan Darwin yang akan menampung enam pesawat pengebom B-52.

Pesawat ini mampu mengirimkan senjata nuklir dan konvensional, dengan jangkauan tempur lebih dari 14.000 km.

Baca juga: AS Akan Kerahkan Pesawat Pengebom Nuklir ke Australia, Ada Apa?

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian mengatakan dengan mengirim pesawat pengebom ke Australia, AS telah meningkatkan ketegangan regional.

"Secara serius merusak perdamaian dan stabilitas regional, dan dapat memicu perlombaan senjata regional," katanya, seperti dikutip news.com.au, Selasa (1/11/2022).

“Kerja sama pertahanan dan keamanan antara negara mana pun harus kondusif bagi perdamaian dan stabilitas regional dan tidak menargetkan atau merugikan kepentingan pihak ketiga,” lanjut dia kepada wartawan di Beijing.

Zhao mengatakan Beijing mendesak semua negara yang terkait untuk meninggalkan pemikiran zero-sum Perang Dingin yang usang dan konsep geopolitik yang sempit.

"Fokusnya seharusnya lebih berkontribusi pada perdamaian dan stabilitas regional dan meningkatkan rasa saling percaya," katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini 3 Kemewahan Jet...
Ini 3 Kemewahan Jet Mewah Qatar untuk Armada Air Force One Donald Trump
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
Serukan Hancurkan Seluruh...
Serukan Hancurkan Seluruh Lebanon, Menteri Radikal Israel Justru Dihujat Negara Eropa
Rekomendasi
Bangun Sinergitas, Pemkot...
Bangun Sinergitas, Pemkot Bogor Bersama Pelaku Usaha Ikuti Kompetisi Padel
Perkuat Akuntabilitas...
Perkuat Akuntabilitas Keuangan Daerah, BSKDN Libatkan Akademisi dalam Validasi IPKD
Gelar Mimbar Mahasiswa,...
Gelar Mimbar Mahasiswa, BEM Persatuan Indonesia Sampaikan Lima Pernyataan Sikap
Berita Terkini
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Ini 3 Kemewahan Jet...
Ini 3 Kemewahan Jet Mewah Qatar untuk Armada Air Force One Donald Trump
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved