China: Pemerasan Nuklir oleh Amerika Serikat akan Gagal
Sabtu, 29 Oktober 2022 - 14:01 WIB
loading...
A
A
A
China menganggap strategi baru AS, versi tidak rahasia yang diterbitkan pada Kamis, melanggar janji kampanye yang dibuat Presiden Joe Biden, membiarkan pintu terbuka untuk tanggapan nuklir terhadap serangan non-nuklir.
Baca juga: Snowden: Zuckerberg akan Memiliki Bola Mata Anda!
Meski Biden bersikeras bahwa "satu-satunya tujuan" persenjataan nuklir Amerika adalah untuk mencegah atau membalas penggunaan bom pertama kali, NPR yang disetujui Gedung Putih menyimpulkan pendekatan semacam itu "akan menghasilkan tingkat risiko yang tidak dapat diterima, mengingat jangkauan kemampuan non-nuklir yang sedang dikembangkan dan dikerahkan oleh para pesaing.”
Wang melanjutkan dengan mengatakan, “Kebijakan Amerika yang diperbarui menurunkan ambang batas untuk menggunakan senjata nuklir sementara pada saat yang sama meningkatkan apa yang disebut ancaman nuklir dari negara-negara tertentu.”
“AS memiliki persenjataan nuklir terbesar di dunia, dan terus meningkatkan ‘triad nuklirnya’ dan secara selektif memajukan proses pengendalian senjata nuklir internasional hanya ketika melakukannya berfungsi untuk menekan negara-negara yang dilihatnya sebagai saingan,” ujar dia.
“Apa yang ada di balik kebijakan AS adalah logika hegemoniknya untuk mencari keunggulan militer absolut, yang dapat memicu perlombaan senjata nuklir,” papar dia.
Baca juga: Snowden: Zuckerberg akan Memiliki Bola Mata Anda!
Meski Biden bersikeras bahwa "satu-satunya tujuan" persenjataan nuklir Amerika adalah untuk mencegah atau membalas penggunaan bom pertama kali, NPR yang disetujui Gedung Putih menyimpulkan pendekatan semacam itu "akan menghasilkan tingkat risiko yang tidak dapat diterima, mengingat jangkauan kemampuan non-nuklir yang sedang dikembangkan dan dikerahkan oleh para pesaing.”
Wang melanjutkan dengan mengatakan, “Kebijakan Amerika yang diperbarui menurunkan ambang batas untuk menggunakan senjata nuklir sementara pada saat yang sama meningkatkan apa yang disebut ancaman nuklir dari negara-negara tertentu.”
“AS memiliki persenjataan nuklir terbesar di dunia, dan terus meningkatkan ‘triad nuklirnya’ dan secara selektif memajukan proses pengendalian senjata nuklir internasional hanya ketika melakukannya berfungsi untuk menekan negara-negara yang dilihatnya sebagai saingan,” ujar dia.
“Apa yang ada di balik kebijakan AS adalah logika hegemoniknya untuk mencari keunggulan militer absolut, yang dapat memicu perlombaan senjata nuklir,” papar dia.
Lihat Juga :