Orang-orang Bersenjata Serang Situs Suci Syiah di Iran, 15 Tewas

Kamis, 27 Oktober 2022 - 00:46 WIB
loading...
Orang-orang Bersenjata...
Orang-orang bersenjata serang situs suci Syiah di Iran, menewaskan 15 orang. Foto/Ilustrasi
A A A
TEHERAN - Kantor berita Iran, IRNA melaporkan, sekelompok orang bersenjata menyerang sebuah kuil Syiah di kota Shiraz Iran pada hari Rabu, menewaskan sedikitnya 15 orang. Serangan itu terjadi ketika pasukan keamanan bentrok dengan pengunjuk rasa yang menandai 40 hari kematian Mahsa Amini dalam tahanan.

IRNA menggambarkan para penyerang sebagai "teroris takfiri", sebuah label yang digunakan oleh para pejabat di Iran yang didominasi Muslim Syiah untuk merujuk pada kelompok-kelompok Islam Sunni bersenjata garis keras.

"Para penyerang berada di dalam mobil dan menembaki para jamaah dan staf di pintu masuk ke kuil Shah Cheragh," bunyi laporan IRNA mengutip saksi mata seperti dikutip dari The New Arab, Kamis (27/10/2022).

Polisi menangkap dua dari tiga "teroris" dan sedang mencari yang ketiga.

Kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim melaporkan, beberapa wanita dan anak-anak termasuk di antara mereka yang tewas.

Serangan itu terjadi pada hari yang sama ketika pasukan keamanan Iran menembaki pelayat yang berkumpul di kampung halaman Amini di Saqez, Kurdi, menurut seorang saksi mata.

Baca: Presiden Iran: Pembangunan Dunia Multipolar Tidak Dapat Dihentikan

"Polisi anti huru hara menembak pelayat yang berkumpul di pemakaman untuk upacara peringatan Mahsa...puluhan telah ditangkap," kata saksi.

Pihak berwenang Iran tidak tersedia untuk berkomentar.

Kantor berita semi-resmi Iran, ISNA melaporkan, sekitar 10.000 orang telah berkumpul di pemakaman, menambahkan bahwa internet terputus setelah bentrokan antara pasukan keamanan dan orang-orang di sana.

Video di media sosial menunjukkan ribuan orang Iran berbaris menuju pemakaman tempat Mahsa Amini, perempuan Kurdi Iran, dimakamkan meskipun ada banyak polisi anti huru hara. Nama depan Kurdi Amini bisa dieja "Zhina" atau "Jina".

Seorang saksi mengatakan pria dan wanita telah berkumpul di sekitar makam Amini di pemakaman Aichi di Saqez, meneriakkan 'Woman, Life, Freedom'.

Saksi lain di Saqez mengatakan kuburan itu dipenuhi anggota milisi sukarelawan Basij dan polisi anti huru hara.

"Tetapi orang-orang dari seluruh provinsi Kurdistan ada di sini. Kami semua berduka atas kematian Mahsa bersama-sama," katanya.

Baca: Pergi ke Qatar Buat Nonton Piala Dunia, Pria Spanyol Dilaporkan Hilang di Iran

Khawatir peringatan 40 hari kematian Amini akan memicu protes kekerasan lebih lanjut, polisi keamanan telah memperingatkan keluarganya untuk tidak mengadakan prosesi peringatan atau "putra mereka akan ditangkap", kata kelompok hak asasi manusia.

Namun, gubernur Kurdistan Zarei Kusha membantah pembatasan negara bagian untuk mengadakan upacara peringatan.

"Adalah keputusan keluarganya untuk tidak mengadakan pertemuan," ia menambahkan menurut media pemerintah.

Aktivis menyerukan aksi protes di seluruh negeri untuk menandai 40 hari sejak dia meninggal setelah ditahan karena diduga mengenakan jilbabnya 'secara tidak benar'.

Demonstrasi yang dipicu oleh kematian perempuan berusia 22 tahun itu dalam tahanan polisi moral Iran pada 16 September telah menjadi salah satu tantangan paling berani bagi kepemimpinan ulama sejak revolusi 1979.

Sejumlah besar orang Iran telah turun ke jalan, dengan beberapa menyerukan kejatuhan Republik Islam dan meneriakkan "Matilah (Pemimpin Spiritual Tertinggi Ayatollah Ali) Khamenei".

Baca: Robohkan Poster Khamenei, Demonstran Iran Ditembak Mati Aparat

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
Sejarah! Mesir Lolos...
Sejarah! Mesir Lolos ke Babak 32 Besar, Iran Masih Tunggu Nasib
Teken Perjanjian Damai...
Teken Perjanjian Damai dengan AS, Dubes Iran: InsyaAllah Kita Dapat Perdamaian Permanen di Kawasan
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5...
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5 Guncang Venezuela, 32 Orang Tewas 700 Luka
Rekomendasi
Surat Al Waqiah, Amalan...
Surat Al Waqiah, Amalan Istimewa bagi Muslimah untuk Memohon Rezeki dan Keberkahan Hidup
Era Baru Gim Blockbuster:...
Era Baru Gim Blockbuster: GTA VI Cetak Rekor Global, Indonesia Ikut Demam
Belgia Juara Grup G,...
Belgia Juara Grup G, Lolos ke 32 Besar usai Bungkam Selandia Baru 5-1
Berita Terkini
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved