Perang Suku Pecah di Papua Nugini, 32 Orang Dibantai di Pulau Cinta
Rabu, 26 Oktober 2022 - 01:18 WIB
loading...
A
A
A
Menurut WorldAtlas, ini dimulai di bawah pemerintahan kolonial Australia ketika perang antarsuku dilarang dan itu tetap terjadi bahkan setelah penduduk asli pulau itu memenangkan kemerdekaan pada tahun 1975.
Selain menyebabkan 32 orang tewas, perang suku di Pulau Kiriwina juga menyebabkan 15 orang lainnya hilang.
Perang suku pecah pada hari Senin antara orang Kulumata dan Kuboma di pulau itu.
Sebuah tim polisi dari ibu kota negara, Port Moresby, dikerahkan pada hari Selasa untuk mengatasi situasi tersebut. Demikian disampaikan Menteri Keamanan Dalam Negeri Peter Tsiamalili Jnr.
Tsiamalili Jnr mengatakan bahwa komisaris polisi David Manning bertanggung jawab atas operasi tersebut.
Di Papua Nugini, kekerasan suku diperburuk dengan meluasnya akses ke senjata api.
“Tim polisi yang dikerahkan hari ini ke pulau itu telah diinstruksikan untuk menjaga dan menjaga ketertiban di daerah itu, memberikan kepemimpinan di lapangan dan membantu memulai proses perdamaian,” katanya.
Pemerintah belum merilis jumlah korban tewas secara resmi, tetapi sumber-sumber pemerintah mengonfirmasi kepada The Guardian bahwa 32 orang tewas, sementara penduduk setempat memperkirakan 15 orang lainnya hilang.
Selain menyebabkan 32 orang tewas, perang suku di Pulau Kiriwina juga menyebabkan 15 orang lainnya hilang.
Perang suku pecah pada hari Senin antara orang Kulumata dan Kuboma di pulau itu.
Sebuah tim polisi dari ibu kota negara, Port Moresby, dikerahkan pada hari Selasa untuk mengatasi situasi tersebut. Demikian disampaikan Menteri Keamanan Dalam Negeri Peter Tsiamalili Jnr.
Tsiamalili Jnr mengatakan bahwa komisaris polisi David Manning bertanggung jawab atas operasi tersebut.
Di Papua Nugini, kekerasan suku diperburuk dengan meluasnya akses ke senjata api.
“Tim polisi yang dikerahkan hari ini ke pulau itu telah diinstruksikan untuk menjaga dan menjaga ketertiban di daerah itu, memberikan kepemimpinan di lapangan dan membantu memulai proses perdamaian,” katanya.
Pemerintah belum merilis jumlah korban tewas secara resmi, tetapi sumber-sumber pemerintah mengonfirmasi kepada The Guardian bahwa 32 orang tewas, sementara penduduk setempat memperkirakan 15 orang lainnya hilang.
Lihat Juga :