Perang Suku Pecah di Papua Nugini, 32 Orang Dibantai di Pulau Cinta

Rabu, 26 Oktober 2022 - 01:18 WIB
loading...
A A A
Sebuah sumber anonim, yang tidak ingin memberikan nama mereka karena takut akan pembalasan, mengatakan bahwa perang suku dimulai ketika seorang pria dari desa Bwetalu di sisi Kuboma tewas dalam perkelahian di pertandingan sepak bola.

Dia mengatakan penduduk desa Kuboma diduga membalas dengan menghancurkan kebun ubi di desa Kulumata, yang sangat berharga dan kunci mata pencaharian mereka.

Ketika penduduk desa Kulumata pergi ke pihak berwajib untuk mengadu, mereka bertemu dengan sekelompok penduduk desa Kuboma dan terjadilah perkelahian.

Warga lokal lainnya mengatakan “menakutkan melihat kekerasan seperti itu di pulau mereka”, yang secara lokal dikenal sebagai “pulau cinta”.

“Perkelahian suku selalu menjadi bagian dari kehidupan dan budaya kami, tetapi biasanya ketika seseorang terbunuh, pertempuran berhenti, mereka berhenti menembak dan memulai proses tradisional untuk menangani kematian, dan mereka tidak hanya melanjutkan pertempuran seperti ini,” kata seorang warga lokal.

“Orang-orang Kulumata dan Kuboma semuanya memiliki hubungan satu sama lain dan sangat memilukan bagi kami sebagai ibu, saudara perempuan, anak perempuan untuk menyaksikan orang-orang kami berkelahi di antara mereka sendiri seperti ini.”

Dia mengatakan kekerasan itu mengerikan. “Kami melarikan diri dengan anak-anak kami, mereka tidak akan menyakiti wanita dan anak-anak tetapi terlalu menakutkan untuk ditonton sehingga kami melarikan diri,” katanya.

Upaya mencapai anggota Parlemen lokal, Douglas Tomuriesa, yang juga wakil pemimpin oposisi tidak berhasil.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perjanjian Damai Iran...
Perjanjian Damai Iran Jadi Kekalahan Paling Memalukan bagi AS, Ini 3 Alasannya
Setelah 4 Bulan Berperang,...
Setelah 4 Bulan Berperang, Ini 7 Hal yang Membuat Iran Lebih Kuat
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
Ini 5 Bukti Perjanjian...
Ini 5 Bukti Perjanjian Damai AS dan Iran Tunjukkan Kegagalan Tujuan Perang Israel
Pasukan Elite AS Siapkan...
Pasukan Elite AS Siapkan Skenario Caplok Uranium Iran, tapi Kenapa Tidak Dilaksanakan?
AS Klaim Tembak Jatuh...
AS Klaim Tembak Jatuh Banyak Drone Iran
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
Eks Presiden Korsel...
Eks Presiden Korsel Divonis 30 Tahun Penjara Terkait Operasi Drone ke Korut
Menteri Radikal Israel...
Menteri Radikal Israel Smotrich Serukan Penghancuran Gedung-Gedung di Ibu Kota Beirut
Rekomendasi
Audisi Miss Indonesia...
Audisi Miss Indonesia 2026 Yogyakarta Hari Kedua Diserbu Talenta Muda Berprestasi
Hasil Piala Dunia 2026:...
Hasil Piala Dunia 2026: Belanda vs Jepang 2-2, Kamada Buyarkan Kemenangan De Oranje
Jerman Bantai Curacao...
Jerman Bantai Curacao 7-1, Der Panzer Meledak di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Ini Poin-poin Penting...
Ini Poin-poin Penting Kesepakatan AS-Iran, Diteken di Jenewa Jumat Mendatang
AS dan Iran Capai Kesepakatan,...
AS dan Iran Capai Kesepakatan, Perang Berakhir
Warga China dan Rusia...
Warga China dan Rusia Berlomba Melahirkan Bayi di AS demi Status Kewarganegaraan
Perjanjian Damai Iran...
Perjanjian Damai Iran Jadi Kekalahan Paling Memalukan bagi AS, Ini 3 Alasannya
Setelah 4 Bulan Berperang,...
Setelah 4 Bulan Berperang, Ini 7 Hal yang Membuat Iran Lebih Kuat
Berlatih di Tijuana,...
Berlatih di Tijuana, Timnas Iran Dikawal 300 Pasukan Elite Meksiko
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved