Pertama Kalinya dalam 4 Tahun, Pakistan Dihapus dari Daftar Pengawasan Pencucian Uang Global

Sabtu, 22 Oktober 2022 - 06:58 WIB
loading...
Pertama Kalinya dalam...
Pertama kalinya dalam 4 tahun, Pakistan dihapus dari daftar pengawasan pencucian uang global. Foto/Ilustrasi
A A A
PARIS - Gugus Tugas Aksi Keuangan (FATF) yang berbasis di Paris, Prancis, menghapus Pakistan dari "peningkatan pemantauan" satuan tugas global yang memantau skema pencucian uang atau money laundering.

Penghapusan itu terjadi empat tahun setelah negara tersebut dimasukkan ke dalam daftar pemantauan dan setelah Pakistan meningkatkan tindakan keras terhadap skema pencucian uang. Penghapusan itu memberikan dorongan reputasi bagi negara Asia Selatan tersebut.

"Setelah banyak pekerjaan oleh pihak berwenang Pakistan, mereka telah bekerja melalui dua rencana aksi terpisah dan menyelesaikan 34 item tindakan gabungan untuk mengatasi kekurangan dalam sistem anti pencucian uang dan pendanaan kontra-teroris mereka," kata presiden FATF T Raja Kumar. konferensi pers di Paris seperti dikutip dari Washington Examiner, Sabtu (22/10/2022).

Baca: Disebut Biden Berbahaya karena Punya Senjata Nuklir, Pakistan Meradang

Gugus Tugas, sebuah badan pengawas internasional, menempatkan Pakistan pada apa yang disebut "daftar abu-abu" pada Juni 2018 setelah Ibu Kota Pakistan, Islamabad, gagal menerapkan kebijakan yang akan menghapus pendanaan kelompok teror internasional.

Pada Juni 2022, FATF mengatakan Pakistan akan tetap berada di daftar yang sama tetapi dapat dihapus setelah pengamatan langsung. Pengawas menyatakan bahwa pengamatan memang menunjukkan kemajuan yang memadai.

Karena penghapusannya, negara itu sekarang diizinkan untuk mengajukan bantuan keuangan karena menghadapi krisis biaya hidup dan krisis moneter lainnya, termasuk banjir dahsyat yang menyebabkan kerusakan dan kerugian setidaknya USD30 miliar.

Baca: Bus Pengangkut Korban Banjir di Pakistan Terbakar, 18 Tewas

"Pakistan keluar dari daftar abu-abu FATF adalah pembenaran dari upaya kami yang gigih dan berkelanjutan selama bertahun-tahun," tweet Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mentweet.

"Saya ingin mengucapkan selamat kepada kepemimpinan sipil & militer kami serta semua institusi yang kerja kerasnya membawa kesuksesan hari ini," sambungnya.

Sementara Pakistan dihapuskan, Suriah, Turki, Myanmar, Filipina, Sudan Selatan, Uganda, dan Yaman termasuk di antara mereka yang masih dalam daftar pemantauan yang meningkat oleh lembaga think tank itu hingga Maret.

Baca: Malala Yousafzai Sambangi Pakistan, 10 Tahun Setelah Ditembak Taliban

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Permainan Lincah Pakistan...
Permainan Lincah Pakistan dalam Mendamaikan AS dan Iran, Ini 4 Rahasianya
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Dibuka, Kilang-kilang Asia Ogah Ikut Demam Minyak Teluk
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
AS Janji Ubah Hubungan...
AS Janji Ubah Hubungan dengan Iran secara Drastis, jika...
Rekomendasi
Dari Sopir Bus Mendadak...
Dari Sopir Bus Mendadak Jadi Pemimpin Negara? Ini Serunya Microdrama Love In A Fallen Nation di V+Short
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Perkuat Layanan Digital...
Perkuat Layanan Digital melalui Care+, LGI Hadirkan Fitur Wellness
Berita Terkini
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Infografis
Serigala Abu-abu Akan...
Serigala Abu-abu Akan Dihapus dari Daftar Spesies Terancam Punah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved