Ukraina Bisa Hancurkan Bendungan, Warga Kherson Diungsikan

Rabu, 19 Oktober 2022 - 14:50 WIB
loading...
Ukraina Bisa Hancurkan...
Bendungan pembangkit listrik tenaga air di Kherson menjadi salah satu target serangan pasukan Ukraina. Foto/wikipedia
A A A
KHERSON - Relokasi warga sipil dari zona pertempuran diumumkan Gubernur sementara Kherson Rusia Vladimir Saldo pada Selasa (18/10/2022).

Menurut gubernur, langkah itu dilakukan di tengah serangan baru Ukraina dan potensi upaya Kiev menghancurkan bendungan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) lokal.

“Ada bahaya banjir langsung di wilayah tersebut karena rencana penghancuran bendungan pembangkit listrik tenaga air Kakhovskaya dan pelepasan air dari aliran pembangkit listrik di hulu Sungai Dnepr,” ujar Saldo.

“Keputusan itu muncul saat militer Rusia memperkuat posisinya di wilayah tersebut,” ungkap Saldo.

Baca juga: Pejabat Ukraina Hina Drone Bayraktar Turki dalam Wawancara Prank

Dia menambahkan, “Relokasi akan membantu menghindari korban sipil massal dari permusuhan yang sedang berlangsung dan memungkinkan pasukan Rusia melakukan tugas mereka dalam mempertahankan Wilayah Kherson.”

Keputusan ini didorong pembentukan benteng pertahanan skala besar sehingga setiap serangan dapat ditolak.

“Di mana militer beroperasi, tidak ada tempat bagi warga sipil. Biarkan Tentara Rusia menjalankan tugasnya,” ungkap gubernur.

Baca juga: Badan Mata-mata Negara Uni Eropa: Rusia Mencoba Hancurkan Barat

“Penduduk sipil sekarang akan ditarik ke tepi kiri Dnepr dalam cara yang terorganisir, selangkah demi selangkah, dan diakomodasi secara gratis,” papar Saldo.

Dia menjelaskan, “Penduduk Wilayah Kherson yang bersedia pindah ke tempat lain di Rusia akan diberikan sertifikat real estat, sesuai dengan pedoman yang diumumkan pada hari sebelumnya oleh pemerintah Rusia.”

Pengumuman itu muncul ketika Jenderal Angkatan Darat Rusia Sergey Surovikin, komandan operasi militer Rusia yang baru-baru ini diangkat di Ukraina, membuat pernyataan publik pertamanya sejak mengambil alih perannya pada awal Oktober.

Berbicara kepada penyiar Rossiya-24, sang jenderal mengakui situasi di sekitar Kherson "tegang" dan "keputusan sulit" mungkin harus dibuat.

Wilayah Kherson telah berada di bawah kendali militer Rusia sejak Maret. Wilayah tersebut, bersama dengan Zaporozhye dan Republik Rakyat Donetsk dan Lugansk, memilih bergabung dengan Rusia selama referendum pada akhir September.

Referendum itu ditolak Kiev dan pendukung Baratnya, yang mencelanya sebagai "palsu" dan menolak untuk mengakui hasilnya.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Presiden Belarusia:...
Presiden Belarusia: Lobi Yahudi Menipu Putin
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Misteri Freya, Model...
Misteri Freya, Model Erotis Ukraina yang Diduga Ledakkan Pipa Nord Stream Rusia
Berpengalaman di Perang...
Berpengalaman di Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Jarak Jauh RQ-70 Dainn
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Ini Penyebab Dasar Laut...
Ini Penyebab Dasar Laut Filipina Terangkat 2 Meter akibat Gempa Dahsyat M7,8
Rekomendasi
KIP Kuliah Jalur Seleksi...
KIP Kuliah Jalur Seleksi Mandiri PTN dan PTS 2026 Resmi Dibuka, Daftar di Link Ini
Tiyo Ardianto Dilaporkan...
Tiyo Ardianto Dilaporkan ke Polres Tangsel, Pelapornya Pernah Ngaku-ngaku Punya Gunung Parung
Kasus Andrie Yunus,...
Kasus Andrie Yunus, Koordinator Kontras Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya
Berita Terkini
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
Kapal Tanker Ketiga...
Kapal Tanker Ketiga Pembawa Minyak Iran Keluar dari Garis Blokade AS
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon Selatan Meski Ada Kesepakatan AS-Iran
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Media Asing Soroti Aksi...
Media Asing Soroti Aksi Demo Mahasiswa terhadap Kebijakan Pemerintah Indonesia
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Infografis
Waspada! 4 Makanan Ini...
Waspada! 4 Makanan Ini Bisa Picu Kesemutan di Tangan dan Kaki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved