Diplomat Rusia: Kirim Senjata ke Ukraina, Jerman Langgar Garis Merah

Rabu, 19 Oktober 2022 - 14:45 WIB
loading...
Diplomat Rusia: Kirim...
Diplomat Rusia: Kirim Senjata ke Ukraina, Jerman Langgar Garis Merah. FOTO/Reuters
A A A
BERLIN - Pihak berwenang Jerman seharusnya tidak melewati batas dengan mengirim pasokan senjata ke Kiev, mengingat tanggung jawab historis negara itu kepada rakyat Rusia. Hal itu diungkapkan utusan Rusia untuk Jerman, Sergey Nechayev.

“Senjata mematikan buatan Jerman, yang dipasok ke rezim Kiev, digunakan tidak hanya terhadap prajurit Rusia, tetapi juga terhadap warga sipil,” kata Nechayev, seperti dikutip dari kantor berita TASS, Selasa (18/10/2022).

Baca: Putin: Para Pemimpin Jerman Lebih Peduli NATO daripada Rakyat Sendiri

“Hal ini tentu saja merupakan garis merah yang tidak boleh dilintasi oleh otoritas Jerman, mengingat tanggung jawab historis Jerman kepada rakyat kami untuk itu. Kejahatan Nazi selama Perang Patriotik Hebat. Belum lagi kontribusi kami pada reunifikasi Jerman pascaperang," lanjut diplomat itu.

Menurutnya, orang harus memahami bahwa garis merah ini juga selalu ada di Jerman. Nechaev menunjukkan, mengingat selama beberapa dekade Berlin menahan diri untuk tidak mengirim senjata, terutama peralatan militer berat ke zona konflik bersenjata.

"Ada konsensus politik domestik yang luas tentang hal ini. Praktiknya hanya berubah sekarang dan hanya terkait dengan Rusia," tegasnya. "Itu adalah keputusan pemerintah koalisi baru Jerman, yang kami anggap sebagai kesalahan serius," kata utusan itu.

"Tentu saja, perubahan seperti itu tidak dapat membantu tetapi memiliki efek paling negatif pada hubungan bilateral kita dan prospek perkembangannya," kata Nechayev.

Baca: Duh Senangnya, Ukraina Terima Unit Pertama Sistem Pertahanan Udara Jerman IRIS-T

Nechayev juga memperingatkan bahwa pemompaan Ukraina yang tidak terkendali dengan senjata yang melanggar aturan perdagangan senjata internasional dan kontrol ekspor hanya mengarah pada perpanjangan konflik, kehancuran baru, korban sipil, dan destabilisasi lebih lanjut dari situasi di Eropa, termasuk Jerman sendiri.

"Ada ancaman nyata senjata Barat dari Ukraina, termasuk peluru kendali anti-tank (ATGM) dan sistem pertahanan udara portabel (MANPADS), jatuh ke tangan kelompok teroris dan organisasi ekstremis," katanya.

Diplomat Rusia itu menunjukkan bahwa penjualan sistem mematikan di darknet sedang berjalan lancar. “Orang akan berharap bahwa akal sehat akan menang, tetapi sejauh ini kami hanya mendengar tentang rencana pengiriman senjata Jerman yang semakin banyak ke Ukraina,” Nechaev menyimpulkan.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Gelombang Panas Sengat...
Gelombang Panas Sengat Eropa, 18 Orang Tewas di Prancis
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Pakai Uang Pribadi,...
Pakai Uang Pribadi, Raja Salman Undang 1.000 Muslim Seluruh Dunia Umrah termasuk Indonesia
Rekomendasi
Bareskrim Limpahkan...
Bareskrim Limpahkan Laporan Terhadap Grace Natalie, Ade Armando dan Abu Janda ke Polda Metro Jaya
Francesco Bagnaia Tinggalkan...
Francesco Bagnaia Tinggalkan Ducati di Akhir MotoGP 2026
Mahasiswa UBK Ngaku...
Mahasiswa UBK Ngaku Terima Uang Rp20 Juta, Politikus Gerindra: Saya Yakin Tidak Ada Sangkut Paut dengan Mas Gibran
Berita Terkini
Rusia Klaim Senjata...
Rusia Klaim Senjata Nuklir Jadi Satu-satunya Jaminan pada Perang Global, Ini 3 Alasannya
Bill Gates Ngaku Jadi...
Bill Gates Ngaku Jadi Korban Epstein, tapi Fakta Berbicara Lain
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Infografis
Logo HUT ke-80 RI, Ini...
Logo HUT ke-80 RI, Ini Penjelasan Angka 80 Warna Merah-Putih dengan Garis Infinity
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved