3 Negara Sahabat Rusia di Asia Tenggara, Semua Tidak Mau Berikan Sanksi
Senin, 17 Oktober 2022 - 23:30 WIB
loading...
A
A
A
Pada riwayatnya, hubungan antara Myanmar dan Rusia memang mengalami peningkatan selama beberapa waktu terakhir. Selain fakta Moskow sebagai pemasok senjata utama bagi militer Myanmar, mereka juga diketahui telah memberi pendidikan pascasarjana kepada 7.000 perwira Burma sejak 2001.
Bagi Rusia, hubungan dekatnya dengan Myanmar memiliki manfaat dalam hal peningkatan penjualan senjata. Selain itu, hal ini juga bisa merusak upaya barat untuk menggalang dukungan global dalam menentang invasi Kremlin ke Ukraina.
Baca: Prancis Akan Latih 2.000 Tentara Ukraina, Termasuk Cara Gunakan Howitzer
2. Vietnam
Berikutnya ada Vietnam. Pada konflik antara Rusia dan Ukraina, sejatinya Hanoi berada di posisi yang canggung secara politik maupun diplomatik.
Dikutip dari laman Asialink, Vietnam sebelumnya sempat abstain dua kali pada pandangan kritis PBB terhadap Rusia. Pada akhirnya, mereka memberikan suara menentang resolusi yang menyudutkan Kremlin.
Dalam hubungannya, ada beberapa faktor yang membuat Vietnam tetap terikat dengan Rusia. Pertama, Moskow secara historis telah menjadi pendukung Hanoi yang cukup berpengaruh. Selain itu, mereka juga menjadi pemasok terbesar dari senjata yang digunakan militer Vietnam.
Kemudian, Rusia juga menjadi mitra kunci dalam proyek minyak Vietnam di Laut Cina Selatan. Beberapa hal ini lantas tak bisa membuat mereka ikut mengutuk Kremlin dalam invasinya ke Ukraina.
Bagi Rusia, hubungan dekatnya dengan Myanmar memiliki manfaat dalam hal peningkatan penjualan senjata. Selain itu, hal ini juga bisa merusak upaya barat untuk menggalang dukungan global dalam menentang invasi Kremlin ke Ukraina.
Baca: Prancis Akan Latih 2.000 Tentara Ukraina, Termasuk Cara Gunakan Howitzer
2. Vietnam
Berikutnya ada Vietnam. Pada konflik antara Rusia dan Ukraina, sejatinya Hanoi berada di posisi yang canggung secara politik maupun diplomatik.
Dikutip dari laman Asialink, Vietnam sebelumnya sempat abstain dua kali pada pandangan kritis PBB terhadap Rusia. Pada akhirnya, mereka memberikan suara menentang resolusi yang menyudutkan Kremlin.
Dalam hubungannya, ada beberapa faktor yang membuat Vietnam tetap terikat dengan Rusia. Pertama, Moskow secara historis telah menjadi pendukung Hanoi yang cukup berpengaruh. Selain itu, mereka juga menjadi pemasok terbesar dari senjata yang digunakan militer Vietnam.
Kemudian, Rusia juga menjadi mitra kunci dalam proyek minyak Vietnam di Laut Cina Selatan. Beberapa hal ini lantas tak bisa membuat mereka ikut mengutuk Kremlin dalam invasinya ke Ukraina.
Lihat Juga :