3 Negara Sahabat Rusia di Asia Tenggara, Semua Tidak Mau Berikan Sanksi
Senin, 17 Oktober 2022 - 23:30 WIB
loading...
A
A
A
Baca: Serangan Rudal Rusia Paksa Warga Kiev Hemat Listrik
3. Thailand
Rusia menggunakan pengaruhnya dalam hal penjualan senjata, pariwisata, investasi, hingga dukungan diplomatik kepada Thailand untuk menahan gelombang sanksi global yang dipelopori AS dan negara barat.
Dikutip dari laman Asia Times, pada 28 Februari lalu Thailand telah menolak untuk mematuhi permintaan dunia yang meminta pemerintahnya ikut mengutuk invasi Rusia ke Ukraina.
Dalam keputusannya ini, Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha mengatakan bahwa Thailand ingin menjaga keseimbangan, sehingga menolak permintaan tersebut.
Melihat ke belakang, sejatinya hubungan antara Thailand dan Rusia sudah terjalin cukup lama. Pada tahun 1891, Nicholas II mengunjungi Bangkok dan bertemu Raja Chulalongkorn dari Siam.
Sebaliknya, pada 1897, giliran Raja Chulalongkorn mengunjungi Tsar Nicholas II yang baru saja naik takhta. Di St.Petersburg, mereka kemudian menjalin hubungan diplomatik.
Referensi:
-https://thediplomat.com/2022/08/pariah-solidarity-myanmar-russia-relations-blossom-amid-western-sanctions/
-https://asialink.unimelb.edu.au/insights/could-vietnams-relations-with-russia-be-another-casualty-of-the-war-in-ukraine
-https://asiatimes.com/2022/04/russia-thailand-ties-remain-strong-despite-ukraine/
3. Thailand
Rusia menggunakan pengaruhnya dalam hal penjualan senjata, pariwisata, investasi, hingga dukungan diplomatik kepada Thailand untuk menahan gelombang sanksi global yang dipelopori AS dan negara barat.
Dikutip dari laman Asia Times, pada 28 Februari lalu Thailand telah menolak untuk mematuhi permintaan dunia yang meminta pemerintahnya ikut mengutuk invasi Rusia ke Ukraina.
Dalam keputusannya ini, Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha mengatakan bahwa Thailand ingin menjaga keseimbangan, sehingga menolak permintaan tersebut.
Melihat ke belakang, sejatinya hubungan antara Thailand dan Rusia sudah terjalin cukup lama. Pada tahun 1891, Nicholas II mengunjungi Bangkok dan bertemu Raja Chulalongkorn dari Siam.
Sebaliknya, pada 1897, giliran Raja Chulalongkorn mengunjungi Tsar Nicholas II yang baru saja naik takhta. Di St.Petersburg, mereka kemudian menjalin hubungan diplomatik.
Referensi:
-https://thediplomat.com/2022/08/pariah-solidarity-myanmar-russia-relations-blossom-amid-western-sanctions/
-https://asialink.unimelb.edu.au/insights/could-vietnams-relations-with-russia-be-another-casualty-of-the-war-in-ukraine
-https://asiatimes.com/2022/04/russia-thailand-ties-remain-strong-despite-ukraine/
(esn)
Lihat Juga :