Gedung Putih Komentar Soal Bayar Layanan Starlink untuk Ukraina

Minggu, 16 Oktober 2022 - 00:30 WIB
loading...
Gedung Putih Komentar...
Sekretaris pers Gedung Putih Karine Jean-Pierre. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Pentagon dan sekutu Amerika Serikat (AS) sedang menjajaki semua opsi untuk mempertahankan layanan satelit Starlink untuk Ukraina.

Sebelumnya, miliarder Elon Musk mengatakan dia tidak lagi bersedia menyediakan komunikasi secara gratis pada Ukraina.

Sekretaris pers Gedung Putih Karine Jean-Pierre menjelaskan hal itu saat ditanya apakah pemerintahan Presiden AS Joe Biden telah mempertimbangkan permintaan Musk agar Pentagon membayar tagihan untuk komunikasi internet satelit di Ukraina.

“Dengar, kami memahami pentingnya kemampuan ini untuk memastikan komunikasi yang stabil bagi pasukan Ukraina khususnya,” ujar Jean-Pierre.

Baca juga: Musk Ungkap Alasan Tak Mau Lagi Gratiskan Layanan Starlink untuk Ukraina

Starlink, yang dioperasikan perusahaan SpaceX milik Musk, telah menjadi alat komunikasi utama bagi pasukan Ukraina sejak awal konflik dengan Rusia.

Menurut juru bicara itu, Pentagon “bekerja dengan sekutu dan mitra untuk melihat semua opsi tentang cara terbaik untuk mendukung kebutuhan yang diidentifikasi Ukraina secara khusus.”

“Pertanyaan lebih lanjut tentang masalah ini harus dirujuk ke Departemen Pertahanan,” papar dia.

Baca juga: Putin: Tidak Perlu Lagi Serangan Rudal Besar-besaran di Ukraina

Sekretaris Pers Pentagon Sabrina Singh mengkonfirmasi pada Jumat bahwa, "Departemen telah berkomunikasi dengan SpaceX mengenai Starlink."

Meski demikian, dia menolak menjelaskan lebih rinci tentang sifat kontak tersebut.

“Departemen Pertahanan AS memahami kerapuhan komunikasi satelit dan pentingnya mereka bagi Ukraina tidak hanya di medan perang, tetapi di dalam negara itu sendiri," papar Singh.

Pada Kamis CNN menerbitkan surat, yang katanya telah dikirim SpaceX ke Pentagon pada September. Surat itu menuntut agar Pentagon menutupi biaya pengoperasian sistem di Ukraina.

“Perusahaan tidak lagi dalam posisi untuk lebih lanjut menyumbangkan terminal ke Ukraina, atau mendanai terminal yang ada untuk jangka waktu yang tidak terbatas,” bunyi dokumen itu.

Musk bereaksi terhadap laporan tersebut dengan menunjukkan bahwa "pesaingnya dalam peluncuran dan komunikasi luar angkasa," Lockheed Martin dan Boeing, telah bersama-sama menerima lebih dari USD60 miliar dalam kontrak pertahanan pada tahun 2021 saja.

Pengusaha itu menjelaskan dalam serangkaian tweet bagaimana menjaga komunikasi "perang" jauh lebih sulit dan mahal.

Dia mengatakan perusahaan kedirgantaraannya diduga dipaksa untuk mengalihkan "sumber daya besar-besaran" dan "membakar" sekitar USD20 juta per bulan untuk melindungi layanan dari serangan siber dan gangguan.

“Rusia secara aktif berusaha membunuh Starlink,” klaim Musk, memperingatkan bahwa Moskow bisa berhasil dalam upayanya.

“Starlink adalah sistem komunikasi utama tentara Ukraina di medan perang. Jika ada orang lain yang menginginkan pekerjaan ini, silakan menjadi tamu saya,” tulis dia.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
Trump: Jika Iran Tak...
Trump: Jika Iran Tak Berperilaku Baik, Kita Akan Jatuhkan Bom di Kepala Mereka
Rekomendasi
Ubedilah Badrun Sebut...
Ubedilah Badrun Sebut Gerakan Mahasiswa Murni, Tidak Ditunggangi Kepentingan Politis
PPM sebagai Solusi Ketahanan...
PPM sebagai Solusi Ketahanan Nasional di Bawah Naungan Bacadnas
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
Berita Terkini
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Infografis
Jerman Kehabisan Senjata...
Jerman Kehabisan Senjata untuk Dipasok ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved