Merkel Bela Kesepakatan Gas Rusia yang Sangat Rasional

Minggu, 16 Oktober 2022 - 00:01 WIB
loading...
A A A
Baca juga: Putin: Tidak Perlu Lagi Serangan Rudal Besar-besaran di Ukraina

Setelah menjabat pada tahun 2005, Merkel memimpin dua kesepakatan gas besar dengan Moskow, keduanya dimaksudkan menyalurkan energi langsung ke Jerman dari Rusia melalui jalur pipa Nord Stream 1 dan kemudian Nord Stream 2, yang melewati negara-negara transit seperti Ukraina dan Polandia.

Namun, Nord Stream 2 tidak pernah beroperasi, karena penerus Merkel, Kanselir Olaf Scholz, menghentikan sertifikasi proyek hanya beberapa hari sebelum Rusia mengirim pasukan ke Ukraina pada akhir Februari.

Nord Stream 1 menghentikan pengiriman pada Agustus di tengah meningkatnya ketegangan antara Rusia dan Barat.

Meski pejabat Rusia mengutip ketidakmampuan mengoperasikan rute gas dengan aman karena sanksi Barat, Berlin menyebut keputusan itu politis.

Bagian dari kedua pipa rusak parah oleh ledakan bawah air misterius bulan lalu.

Sebelumnya, Presiden Vladimir Putin menyatakan pada beberapa kesempatan bahwa Rusia dapat memulai pengiriman gas melalui Nord Stream 2 tanpa penundaan, jika Uni Eropa memberi lampu hijau.

Penyebab ledakan masih belum jelas, meskipun Rusia menganggap insiden itu sebagai serangan teroris.

Moskow mengamati bahwa Amerika Serikat akan mendapat manfaat dari kehancuran jaringan pipa gas tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Presiden Zelensky Pecat...
Presiden Zelensky Pecat Panglima Militer Ukraina, Rusia Untung Besar!
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Jet Tempur AS Bombardir...
Jet Tempur AS Bombardir Pulau Qeshm dan Kota Ahvav Iran, 4 Orang Tewas
Konflik AS-Iran Makin...
Konflik AS-Iran Makin Memanas, Harga Minyak Dunia Kembali Tembus 100 Dolar AS per Barel
Rekomendasi
Hormati Putusan MK,...
Hormati Putusan MK, Komdigi Siap Kaji Aturan Kuota Internet
Perkuat Ekonomi Desa,...
Perkuat Ekonomi Desa, Banten Jadi Proyek Percontohan Kedaulatan Pangan dan Energi
118 Mangrove Rusak di...
118 Mangrove Rusak di Riau, Kapolda: Tidak Ada Ruang bagi Pelaku
Berita Terkini
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
Infografis
10 Pemakaman Pemimpin...
10 Pemakaman Pemimpin Dunia yang Dihadiri Jutaan Rakyat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved