Ukraina Klaim Telah Bergabung dengan NATO Secara De Facto

Jum'at, 14 Oktober 2022 - 16:25 WIB
loading...
Ukraina Klaim Telah...
Ukraina mengklaim telah bergabung dengan NATO secara de facto. Foto/Ilustrasi
A A A
KIEV - Ukraina telah menjadi anggota NATO secara de facto meskipun tidak secara resmi bergabung dengan blok militer pimpinan Amerika Serikat (AS) itu. Klaim itu dilontarkan oleh Menteri Pertahanan Ukraina Aleksey Reznikov.

Dia membuat pernyataan itu dalam sebuah tweet setelah pertemuan dengan Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg di markas besar NATO di Brussels pada Rabu lalu.

“Kami telah menempuh perjalanan panjang dan secara de facto bergabung dengan aliansi itu,” tulis Reznikov seperti dilansir dari Russia Today, Jumat (14/10/2022).

Ia juga berterima kasih kepada Stoltenberg atas dukungannya untuk Ukraina di tengah konflik yang sedang berlangsung dengan Rusia.

Baca: Rusia: Ukraina Gabung NATO Bisa Sebabkan Perang Dunia III

"Ukraina telah memberikan kontribusi signifikan bagi keamanan dunia bebas," tambah menteri itu.

Reznikov juga menyatakan keyakinannya bahwa kemenangan atas Moskow dan reformasi yang berhasil di dalam negeri akan membuka cakrawala baru bagi negaranya, yang tampaknya merujuk pada Ukraina yang secara resmi bergabung dengan blok itu di beberapa titik di masa depan.

Rusia memandang ekspansi NATO ke arah timur sebagai ancaman keamanan utamanya. Ketika Moskow melancarkan serangan militernya terhadap Kiev pada akhir Februari, salah satu tuntutan utamanya adalah agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan aliansi militer Barat mana pun.

Pada 30 September, Presiden Ukraina Vladimir Zelensky mengajukan aplikasi untuk bergabung dengan NATO dan menyerukan prosedur penerimaan yang dipercepat untuk negaranya.

Baca: Negara NATO Berlomba-lomba Perkuat Pertahanan Udara Ukraina

Namun, pendukung Kiev di Barat tampaknya tidak terlalu antusias dengan masalah ini. Stoltenberg telah menunjukkan bahwa setiap keputusan tentang keanggotaan harus diambil melalui konsensus oleh semua 30 anggota NATO dan prioritas utamanya saat ini adalah untuk “mendukung Ukraina” secara militer dan finansial selama konflik.

Washington menyuarakan sikap yang sama, dengan Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan mengatakan awal bulan ini bahwa pertanyaan tentang bergabungnya Ukraina dengan NATO “harus diambil pada waktu yang berbeda.”

Sebuah pernyataan yang mendukung upaya Kiev untuk aksesi cepat telah bergabung NATO hanya didukung oleh sembilan negara anggota yaitu Republik Ceko, Estonia, Latvia, Lithuania, Makedonia Utara, Montenegro, Polandia, Rumania, dan Slovakia.

Baca: Uni Eropa: NATO Akan Lenyapkan Pasukan Rusia Jika Putin Gunakan Nuklir

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
Trump: Kemampuan Militer...
Trump: Kemampuan Militer Iran Jauh Melemah
Rekomendasi
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
Ribuan Desa Belum Teraliri...
Ribuan Desa Belum Teraliri Listrik, Menteri Bahlil Siapkan Anggaran Rp10 Triliun
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Harga Minyak Global Kembali Melonjak
Berita Terkini
Raja Charles Inggris...
Raja Charles Inggris Akan Ungkap Tagihan Pajak Pribadinya, Berapa Besar?
Pilot Australia Terbangkan...
Pilot Australia Terbangkan 2 Buronan Paling Dicari ke Indonesia via Penerbangan Gelap
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Infografis
Akhirnya, Ukraina Sepakati...
Akhirnya, Ukraina Sepakati Gencatan Senjata 30 Hari dengan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved