Penyerbuan Gedung Capitol: Satu Keluarga Divonis Bersalah

Kamis, 13 Oktober 2022 - 15:27 WIB
loading...
Penyerbuan Gedung Capitol:...
Satu keluarga asal Texas AS divonis bersalah dalam kasus penyerbuan gedung Capitol pada 6 Januari 2021 lalu. Foto/CBS News
A A A
WASHINGTON - Setidaknya lima anggota dari satu keluarga asal Texas dijatuhi hukuman pada Rabu waktu setempatatas peran mereka dalam penyerbuan gedung Capitol Amerika Serikat (AS) pada 6 Januari 2021.

Hakim Distrik Kepala Distrik Columbia Beryl Howell menghukum Dawn dan Thomas Munn dengan hukuman penjara 14 hari, kurungan rumah tiga bulan dan tiga tahun masa percobaan untuk peran mereka memimpin empat dari delapan anak mereka ke Gedung Capitol pada 6 Januari. Tiga dari anak-anak mereka yang telah dewasa dijatuhi hukuman percobaan, dengan anak tertua, Kristi, juga menerima kurungan rumah dalam waktu singkat.

Keluarga Munn, dari Borger, Texas, telah mengaku bersalah atas tuduhan pelanggaran ringan, mengakui bahwa mereka menghabiskan hampir satu jam di dalam Capitol pada 6 Januari 2021, termasuk waktu di ruang konferensi pribadi Senat.

Anggota keluarga itu dituduh membual tentang peran mereka pada 6 Januari, atau salah mengartikan ukuran dan ruang lingkup serangan serta kerusakan. Satu dari lima orang itu dituduh menyalahkan polisi.

Selama pembacaan vonis, Howell menyebut penyerbuan gedung Capitol melanggar "pelanggaran bencana" keamanan dan mengatakan keluarga Munn berpartisipasi dalam massa yang menghentikan proses demokrasi. Hakim juga mengatakan Thomas Munn seharusnya tahu lebih baik sebelum membawa keluarga ke dalam situasi kacau.

Baca: Biden Akan Evaluasi Hubungan karena Arab Saudi Berani Melawan AS soal Minyak
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih kepada Warga Yordania atas Bantuan dalam Menargetkan Pasukan AS
Saling Gempur, Iran...
Saling Gempur, Iran Serang Target AS di Suriah, Yordania, dan Kuwait
Perkenalkan Sally, Robot...
Perkenalkan Sally, Robot Cantik yang Jadi Guru SMA
AS Sempat Tunda Mengebom...
AS Sempat Tunda Mengebom Iran demi Nonton Final Piala Dunia
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-9 Beruntun usai Tentaranya Tewas Lagi Digempur Iran
Corong Iran Tantang...
Corong Iran Tantang AS Luncurkan Invasi Darat, Ungkap Rudal Bawah Tanah Teheran
Rupiah Tertekan Sore...
Rupiah Tertekan Sore Ini, Dolar AS Menguat Tembus Rp17.930
Ngeri, Mayat Korban...
Ngeri, Mayat Korban Kartel Digantung di Jembatan Meksiko Jelang Final Piala Dunia
Presiden Hungaria Sulyok...
Presiden Hungaria Sulyok Dilengserkan, Era Loyalis Viktor Orban Berakhir
Rekomendasi
Kasus Febrie Adriansyah...
Kasus Febrie Adriansyah Diminta Diusut Tuntas, Publik Diminta Mengawal
3 Fakta yang Telah Diungkap...
3 Fakta yang Telah Diungkap KPK Terkait OTT Bupati Lombok Barat
Prabowo: 66,4 Juta Warga...
Prabowo: 66,4 Juta Warga RI Dapat LPG Subsidi, Lebih Banyak dari Penduduk Singapura
Berita Terkini
30 Drone MQ-9 Reaper...
30 Drone MQ-9 Reaper AS Ditembak Jatuh oleh Militer Iran, Ini 4 Kelemahannya
Houthi Resmi Kobarkan...
Houthi Resmi Kobarkan Perang Melawan Arab Saudi, Ini Alasan Utamanya
6 Negara dengan Sistem...
6 Negara dengan Sistem Pelayanan Kesehatan Terbaik di Dunia, 3 Ada di Asia
Mantan Agen CIA Ini...
Mantan Agen CIA Ini Minta AS Akui Iran sebagai Kekuatan Regional Utama, Berikut 3 Alasannya
Tugas Berat PM Inggris...
Tugas Berat PM Inggris Baru, Memutuskan Apa yang Terjadi jika Ada Perang Nuklir
Warga Yordania Bantu...
Warga Yordania Bantu Iran Menarget Pangkalan Militer AS
Infografis
10 Kapolda Lulusan Akpol...
10 Kapolda Lulusan Akpol 1994, Teman Satu Angkatan Kepala BNN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved