Bill Gates Sebut Sosial Media Sebarkan 'Ide Gila' Soal Covid-19

Senin, 06 Juli 2020 - 02:21 WIB
loading...
Bill Gates Sebut Sosial Media Sebarkan Ide Gila Soal Covid-19
Bill Gates mengatakan bahwa media sosial telah berkontribusi pada penyebaran ide-ide gila soal Covid-19. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Bill Gates mengatakan bahwa media sosial telah berkontribusi pada penyebaran "ide-ide gila" soal Covid-19. Dia juga menyebut, sosial media telah menyebabkan orang-orang tidak patuh pada kebijakan untuk mengekang penyebaran Covid-19, seperti memakai masker dan menjaga jarak sosial.

Berbicara pada pertemuan virtual dari Dewan Dampak Perusahaan Cepat yang berpusat di Amerika Serikat (AS), Gates mengatakan bahwa "ide-ide gila" termasuk menolak untuk memakai masker wajah telah menyebar secara online, meningkatkan risiko penyebaran virus Corona.

( Baca juga: Rekor Baru, Hari Ini 82 Orang Meninggal Akibat COVID-19 )

“Bisakah perusahaan media sosial lebih membantu dalam masalah ini? Kreativitas apa yang kita miliki? Sayangnya, alat-alat digital telah menjadi kontributor bersih untuk menyebarkan apa yang saya anggap sebagai ide-ide gila," ucap Gates, seperti dilansir Al Arabiya pada Senin (6/7/2020).

Gates, pendiri raksasa teknologi Microsoft dan ketua bersama Yayasan Bill & Melinda Gates, mencatat bahwa kepatuhan untuk menggunakan masker di AS lebih rendah daripada di tempat lain, sebuah fakta yang menurutnya sulit untuk dipahami.

“Tidak memakai masker sulit dimengerti, karena itu tidak menyusahkan. Itu tidak mahal, namun beberapa orang merasa itu adalah tanda kebebasan atau sesuatu, meskipun berisiko menulari orang lain," kata Gates.

Masker, jelasnya, adalah salah satu dari sedikit metode efektif untuk mengurangi risiko penyebaran Covid-19, yang ditularkan jauh lebih mudah daripada penyakit pernapasan lain yang sudah dikenal seperti flu.

"Kami belum melihat patogen seperti ini. Sebagian besar virus pernapasan Anda batuk, di sini penyebarannya sebagian besar tidak melalui batuk, itu melalui bernyanyi, berbicara, berteriak, ada orang-orang yang memiliki begitu banyak viral load sehingga hanya komunikasi audio yang menyebabkan penyebaran itu. Kami tidak mengharapkan itu," ungkapnya.

Perusahaan dan otoritas kesehatan di seluruh dunia, termasuk Gates Foundation saat ini sedang berlomba untuk mengembangkan vaksin. Namun, pendiri Microsoft sebelumnya telah ditargetkan oleh teori konspirasi yang mengemukakan bahwa ia akan menggunakan pandemi sebagai kesempatan untuk membuat vaksin yang berisi microchip yang mampu melacak seluruh populasi.

( Baca juga: WHO Setop Uji Coba Obat Malaria dan HIV untuk Pengobatan Covid-19 )

Teori ini telah dibantah secara luas, tetapi telah mendapatkan daya tarik. Gates mengatakan persekongkolan itu merupakan perkembangan yang mengkhawatirkan, karena hal itu dapat mempengaruhi tingkat dimana vaksin dapat digunakan dan menggagalkan upaya untuk menghentikan Covid-19.

"Banyak dari itu datang dalam bentuk konspirasi, di mana seseorang memiliki plot, dan nama saya bahkan berpotensi sebagai pusat konspirasi. Agak menakutkan, Anda ingin diarahkan pada fakta-fakta dalam krisis seperti ini," tukasnya.
(esn)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1769 seconds (11.210#12.26)