Rusia Tegaskan Komitmen pada Perjanjian Larangan Uji Coba Senjata Nuklir

Senin, 06 Juli 2020 - 01:18 WIB
loading...
Rusia Tegaskan Komitmen...
Rusia mengatakan tetap berkomitmen terhadap larangan uji coba nuklir dan terus menerapkan Perjanjian Uji-Larangan-Nuklir Komprehensif meskipun fakta bahwa perjanjian itu belum berlaku. Foto/Ist
A A A
MOSKOW - Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan, Moskow tetap berkomitmen terhadap larangan uji coba nuklir dan terus menerapkan Perjanjian Uji-Larangan-Nuklir Komprehensif meskipun fakta bahwa perjanjian itu belum berlaku. Ini adalah respon atas Laporan Kepatuhan Kontrol Senjata, Nonproliferasi, dan Perjanjian dan Komitmen Perlucutan Senjata 2020 yang dirilis oleh Amerika Serikat (AS).

Moskow mengatakan, tuduhan AS bahwa Rusia diduga melanggar moratorium pengujian nuklir dengan melakukan eksperimen nuklir yang tidak konsisten dengan standar 'nol hasil' AS adalah bohong belaka. Rusia mengatakan, laporan itu tidak disertai dengan bukti yang konkret.

( Baca juga: Rusia Usulkan China Dilibatkan dalam KTT G7 )

"Bersamaan dengan ini, AS mengakui bahwa mereka tidak tahu tentang jumlah percobaan pada 2019 atau tentang apakah itu dilakukan atau tidak. Kami menggarisbawahi bahwa sesuai dengan komitmen internasionalnya, Rusia tidak boleh mengikuti "standar" AS dalam bidang pengujian," ucapnya.

"Kami secara resmi mengkonfirmasi bahwa Rusia tetap berkomitmen penuh pada moratorium pengujian nuklir dan terus mengimplementasikan ketentuan-ketentuan Perjanjian Uji-Larangan-Nuklir Komprehensif berkaitan dengan larangan pengujian nuklir, terlepas dari kenyataan bahwa perjanjian itu belum berlaku," sambungnya, seperti dilansir Tass pada Senin (6/7/2020).

( Baca juga: RUU PIP Dinilai Penting untuk Landasan Hukum Eksistensi BPIP )

Kementerian itu kemudian mengatakan, tidak seperti AS, Rusia telah meratifikasinya 20 tahun yang lalu dan telah menerapkannya dengan sukses. Bersamaan dengan ini, jelasnya, Rusia melanjutkan dari asumsi bahwa setiap perbedaan pendapat tentang kriteria kepatuhan dengan komitmen yang relevan dapat dan harus diselesaikan dalam kerangka kerja Perjanjian Uji-Larangan-Nuklir Komprehensif.

"Selama AS belum meratifikasi perjanjian ini, kami pikir itu kontraproduktif untuk membahas dengan perwakilan negara itu masalah kepatuhan dengan larangan pengujian nuklir itu," tukasnya.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
10 Negara dengan Biaya...
10 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia pada 2026, Ada Tetangga Indonesia
Penembakan Massal di...
Penembakan Massal di Sekolah Filipina Tewaskan 3 Siswa, 2 Pelaku Remaja Ditahan
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Melonjak Jadi 164 Orang, Hampir 1.000 Lainnya Luka
Rekomendasi
Kemendagri dan DPR Sinergi...
Kemendagri dan DPR Sinergi Pemberdayaan Ormas untuk Percepat Kesejahteraan Masyarakat NTB
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Bukan Gelora E, Bukan...
Bukan Gelora E, Bukan Seres: E5 Plus Jadi Taruhan Terbesar DFSK Sepanjang Sejarah
Berita Terkini
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Infografis
China Uji Coba Bom Hidrogen...
China Uji Coba Bom Hidrogen Hasilkan Suhu 1.000 Derajat Celsius
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved