Rusia Mengaku Senang dengan Komitmen Fatah-Hamas untuk Kembali Bekerjasama

Minggu, 05 Juli 2020 - 21:42 WIB
loading...
Rusia Mengaku Senang...
Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov mengatakan Moskow sangat senang dengan pernyataan bersama yang dikeluarkan oleh Fatah dan Hamas. Foto/REUTERS
A A A
MOSKOW - Rusia mengatakan sangat senang dengan pernyataan bersama yang dikeluarkan oleh Fatah dan Hamas. Dua kelompok saingan itu mengatakan bahwa mereka akan bekerja sama, untuk melawan rencana aneksasi Tepi Barat oleh Israel.

"Salah satu masalah utama yang perlu diselesaikan untuk upaya bersama kita untuk berhasil adalah mengembalikan persatuan Palestina," kata Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov seperti dilansir Tass pada Minggu (5/7/2020).

( Baca juga: Rencana Israel Caplok Tepi Barat Akan Picu Intifada Ketiga )

"Sehubungan dengan ini kami puas dengan konferensi pers kemarin dari perwakilan Fatah dan Hamas, ketika mereka mengumumkan keputusan untuk bersama-sama membela kepentingan dari negara Palestina berdasarkan pada platform Organisasi Pembebasan Palestina (PLO)," sambungnya.

Lavrov kemudian mengatakan, Rusia berharap bahwa semua perwakilan negara Arab akan secara aktif mendukung tren ini. Dia mengatakan, Moskow percaya bahwa upaya masyarakat internasional sama pentingnya dengan sebelumnya untuk menetapkan syarat untuk segera memulai kembali perundingan langsung Israel-Palestina di bawah naungan kuartet mediator internasional dengan partisipasi aktif negara-negara Arab.

( Baca juga: Protes Aneksasi Tepi Barat, Vatikan Panggil Dubes AS dan Israel )

"Menginjak-injak hukum internasional untuk penyelesaian Israel-Palestina akan mengakhiri prospek solusi dua negara dan akan dipenuhi dengan konsekuensi yang paling tidak terduga untuk keamanan di seluruh wilayah Timur Tengah dan Afrika Utara," tukasnya.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10 Negara Eropa Ini...
10 Negara Eropa Ini Bersatu Bangun Perisai Rudal Balistik, Apakah Efekif Hadapi Misil Rusia?
Juni Jadi Bulan Paling...
Juni Jadi Bulan Paling Mematikan bagi Ukraina sejak 2022, Apa Pemicunya?
Norwegia Diam-diam Gunakan...
Norwegia Diam-diam Gunakan Pengaruhnya untuk Dorong Penangguhan Israel dari FIFA
TV Iran Rayakan Kematian...
TV Iran Rayakan Kematian Mendadak Senator AS Pro-Israel: 'Dikirim ke Neraka'
Pesawat Kiamat Rusia...
Pesawat Kiamat Rusia Mendarat di Teheran saat Iran-AS Perang, Apa Misinya?
Israel Syok Senator...
Israel Syok Senator AS Pro-Zionis Lindsey Graham Mendadak Meninggal
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
Konflik AS-Iran Meluas,...
Konflik AS-Iran Meluas, Kuwait Jadi Sasaran Serangan Rudal dan Drone
Perdana! Selandia Baru...
Perdana! Selandia Baru Konfirmasi Kasus Pertama Flu Burung H5N1
Rekomendasi
Pemerintah Bakal Batasi...
Pemerintah Bakal Batasi Konten LGBT, Aturan Teknis Masih Disiapkan
Prabowo Pimpin Rapat...
Prabowo Pimpin Rapat 5 Jam soal Koperasi Desa Merah Putih di Istana, Ini Hasilnya
UNJ Dampingi Penguatan...
UNJ Dampingi Penguatan Kapasitas Guru PKBM Ghaisan Cendekia
Berita Terkini
Wakil PM Italia Sebut...
Wakil PM Italia Sebut Rusia Bukan Ancaman Utama bagi Eropa, tapi Siapa?
10 Negara Eropa Ini...
10 Negara Eropa Ini Bersatu Bangun Perisai Rudal Balistik, Apakah Efekif Hadapi Misil Rusia?
Deretan 25 Pemimpin...
Deretan 25 Pemimpin Dunia yang Sampaikan Belasungkawa atas Kematian Sheikh Hamad
Mantan PM Yordania Sebut...
Mantan PM Yordania Sebut Perang Iran dan AS Tak Ada Gunanya
Kirim Video ke Agen...
Kirim Video ke Agen Intelijen Iran, Tentara Israel Ini Dipenjara selama 5 Tahun
Juni Jadi Bulan Paling...
Juni Jadi Bulan Paling Mematikan bagi Ukraina sejak 2022, Apa Pemicunya?
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved