Rencana Israel Caplok Tepi Barat Akan Picu Intifada Ketiga
Minggu, 05 Juli 2020 - 13:03 WIB
loading...
Rencana Israel untuk mencaplok wilayah Tepi Barat akan memicu intifada ketiga. Foto/Nenanews
A
A
A
YERUSALEM - Penasihat Presiden Palestina mewanti-wanti Israel yang berencana untuk mencaplokTepi Barat yang diduduki. Menurutnya, jika Tel Aviv melanjutkan rencananya tersebut maka warga Palestina akan melakukan pemberontakan habis-habisan yang didukung oleh sebagian dunia Arab.
"Ketika segala sesuatunya bergejolak dan menjadi intifada sepenuhnya, kita akan melihat kombinasi kekuatan antara Gaza dan Tepi Barat," ujar Nabil Shaath, penasihat senior Presiden Mahmoud Abbas, pada France24 yang dinukil Russia Today, Minggu (5/7/2020).
"Dan pemberontakan baru kemungkinan akan menerima dukungan keuangan luas dari dunia Arab," imbuh pejabat itu.
Minggu ini, dua faksi yang saling bersaing di Palestina yaitu Hamas yang memerintah Jalur Gaza, dan Fatah, yang bertanggung jawab atas Tepi Barat berjanji melakukan kampanye bersama melawan rencana aneksasi Israel. (Baca: Rencana Israel Caplok Tepi Barat Membuat Fatah dan Hamas Bersatu )
Sebelumnya, Abbas menarik diri dari perjanjian keamanan dengan Israel atas perampasan tanah yang akan datang, menghilangkan hambatan hukum yang menghalangi mereka yang mau mengambil bagian dalam kekerasan anti-Israel. (Baca: Abbas Umumkan Kesepakatan Palestina dengan Israel dan AS Berakhir )
"Ketika segala sesuatunya bergejolak dan menjadi intifada sepenuhnya, kita akan melihat kombinasi kekuatan antara Gaza dan Tepi Barat," ujar Nabil Shaath, penasihat senior Presiden Mahmoud Abbas, pada France24 yang dinukil Russia Today, Minggu (5/7/2020).
"Dan pemberontakan baru kemungkinan akan menerima dukungan keuangan luas dari dunia Arab," imbuh pejabat itu.
Minggu ini, dua faksi yang saling bersaing di Palestina yaitu Hamas yang memerintah Jalur Gaza, dan Fatah, yang bertanggung jawab atas Tepi Barat berjanji melakukan kampanye bersama melawan rencana aneksasi Israel. (Baca: Rencana Israel Caplok Tepi Barat Membuat Fatah dan Hamas Bersatu )
Sebelumnya, Abbas menarik diri dari perjanjian keamanan dengan Israel atas perampasan tanah yang akan datang, menghilangkan hambatan hukum yang menghalangi mereka yang mau mengambil bagian dalam kekerasan anti-Israel. (Baca: Abbas Umumkan Kesepakatan Palestina dengan Israel dan AS Berakhir )
Lihat Juga :