Presiden UEA Temui Putin, Tawarkan Jadi Penengah Konflik Rusia-Ukraina
Rabu, 12 Oktober 2022 - 12:29 WIB
loading...
A
A
A
Baca: Rusia Kembali Gempur Ukraina, Sirene Serangan Udara Meraung-raung
“Tindakan kami bertujuan untuk menciptakan stabilitas di pasar energi global, sehingga konsumen sumber daya energi dan mereka yang terlibat dalam produksi, pemasok ke pasar global, merasa tenang, stabil dan percaya diri, sehingga pasokan dan permintaan akan seimbang.”
Sementara itu, Turki menyerukan gencatan senjata di Ukraina hanya beberapa hari menjelang pertemuan antara Putin dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Astana, Kazakhstan. Erdogan memiliki hubungan kerja yang baik dengan pemimpin Rusia, meskipun ada perbedaan pendapat tentang isu-isu seperti Suriah, dan juga memiliki hubungan baik dengan Kiev.
Turki tetap netral selama konflik di Ukraina meskipun menjadi anggota NATO, tetapi meningkatnya serangan Rusia di kota-kota Ukraina semakin mengurangi peluang untuk solusi diplomatik.
“Sayangnya kedua belah pihak dengan cepat menjauh dari diplomasi,” kata Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu pada hari Selasa. “Situasinya menjadi lebih buruk dan lebih rumit. Gencatan senjata harus dilakukan sesegera mungkin, dan semakin cepat semakin baik,” lanjutnya.
“Tindakan kami bertujuan untuk menciptakan stabilitas di pasar energi global, sehingga konsumen sumber daya energi dan mereka yang terlibat dalam produksi, pemasok ke pasar global, merasa tenang, stabil dan percaya diri, sehingga pasokan dan permintaan akan seimbang.”
Sementara itu, Turki menyerukan gencatan senjata di Ukraina hanya beberapa hari menjelang pertemuan antara Putin dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Astana, Kazakhstan. Erdogan memiliki hubungan kerja yang baik dengan pemimpin Rusia, meskipun ada perbedaan pendapat tentang isu-isu seperti Suriah, dan juga memiliki hubungan baik dengan Kiev.
Turki tetap netral selama konflik di Ukraina meskipun menjadi anggota NATO, tetapi meningkatnya serangan Rusia di kota-kota Ukraina semakin mengurangi peluang untuk solusi diplomatik.
“Sayangnya kedua belah pihak dengan cepat menjauh dari diplomasi,” kata Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu pada hari Selasa. “Situasinya menjadi lebih buruk dan lebih rumit. Gencatan senjata harus dilakukan sesegera mungkin, dan semakin cepat semakin baik,” lanjutnya.
(esn)
Lihat Juga :