Calon Penerus Putin: Warga Rusia Kabur dari Wajib Militer Adalah Pengkhianat
Rabu, 12 Oktober 2022 - 04:48 WIB
loading...
Warga Rusia yang melarikan diri untuk menghindari wajib militer dianggap sebagai pengkhianat. Foto/REUTERS
A
A
A
MOSKOW - Vyacheslav Volodin, Ketua Majelis Rendah Parlemen Rusia , mengecam ratusan ribu warga yang telah melarikan diri untuk menghindari wajib militer. Salah satu calon penerus Presiden Vladimir Putin itu menyebutnya sebagai tindakan pengkhianatan.
Presiden Putin telah mengeluarkan dekrit mobilisasi parsial untuk merekrut sekitar 300.000 tentara cadangan yang akan dikirim untuk berperang ke Ukraina.
Dekrit itu memicu protes di berbagai wilayah di Rusia. Ratusan ribu warga yang masuk kategori usia wajib militer memilih meninggalkan negara.
"Di tanah air mereka yang ditinggalkan, mereka masih memiliki orang tua, kakek-nenek, kerabat. Perbuatan mereka adalah pengkhianatan negara," tulis Volodin di saluran Telegramnya.
Baca juga: Pendukung Kremlin Gembira 84 Rudal Rusia Hujani 16 Kota Ukraina: 'Ini Baru Permulaan'
"Di masa depan, banyak yang akan menyesali ini. Kesadaran akan kesalahan saat kembali ke Rusia pasti akan datang, tetapi sudah terlambat," lanjut dia, seperti dikutip Newsweek, Selasa (11/10/2022).
Presiden Putin telah mengeluarkan dekrit mobilisasi parsial untuk merekrut sekitar 300.000 tentara cadangan yang akan dikirim untuk berperang ke Ukraina.
Dekrit itu memicu protes di berbagai wilayah di Rusia. Ratusan ribu warga yang masuk kategori usia wajib militer memilih meninggalkan negara.
"Di tanah air mereka yang ditinggalkan, mereka masih memiliki orang tua, kakek-nenek, kerabat. Perbuatan mereka adalah pengkhianatan negara," tulis Volodin di saluran Telegramnya.
Baca juga: Pendukung Kremlin Gembira 84 Rudal Rusia Hujani 16 Kota Ukraina: 'Ini Baru Permulaan'
"Di masa depan, banyak yang akan menyesali ini. Kesadaran akan kesalahan saat kembali ke Rusia pasti akan datang, tetapi sudah terlambat," lanjut dia, seperti dikutip Newsweek, Selasa (11/10/2022).
Lihat Juga :