Tak Ada Takutnya, Siswi-Siswi Iran Cela Anggota Paramiliter Basij

Kamis, 06 Oktober 2022 - 02:50 WIB
loading...
A A A
Kekerasan meletus pada hari Jumat, ketika pengunjuk rasa mengepung kantor polisi dan petugas melepaskan tembakan.

Ketegangan di kota itu diperparah dengan dugaan pemerkosaan seorang gadis berusia 15 tahun oleh seorang kepala polisi di tempat lain di Sistan Baluchistan.

Dalam perkembangan terpisah pada hari Rabu, BBC Persia melaporkan bahwa sertifikat kematian yang dikeluarkan oleh pemakaman untuk Nika Shakarami, seorang gadis 16 tahun yang hilang setelah bergabung dengan aksi protes di Teheran pada 20 September, menyatakan bahwa dia telah meninggal setelah menderita "beberapa luka disebabkan oleh pukulan dengan benda keras".

Baca: Ayatollah Khamenei Akhirnya Angkat Bicara soal Kematian Mahsa Amini

Media pemerintah mengatakan sebelumnya bahwa pengadilan telah membuka penyelidikan atas kematian Nika dan mengutip seorang pejabat di ibukota yang mengatakan bahwa itu tidak ada hubungannya dengan protes.

Pejabat itu mengatakan hasil post-mortem menunjukkan dia menderita beberapa patah tulang di panggul, kepala, tungkai atas dan bawah, lengan dan kaki, yang menunjukkan bahwa korban terlempar dari ketinggian.

Bibinya sebelumnya mengatakan bahwa dalam pesan terakhirnya, Nika memberi tahu seorang teman bahwa dia dikejar oleh polisi, dan keluarganya menemukan mayatnya di kamar mayat di pusat penahanan 10 hari kemudian.

Sumber yang dekat dengan keluarga mengatakan kepada BBC Persia bahwa sebelum mereka dapat menguburkan Nika, pasukan keamanan mencuri jenazahnya dan menguburkannya secara diam-diam di sebuah desa sekitar 40 km dari kampung halaman ayahnya di Khorramabad.

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
ANCAMAN KERAS IRAN!...
ANCAMAN KERAS IRAN! Kirim Pesan Menghancurkan, Tantang AS Perang Terbuka!
Hadiri LCAW 2026, Menteri...
Hadiri LCAW 2026, Menteri Jumhur Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Raja Charles di London
Viral! Pesawat Boeing...
Viral! Pesawat Boeing 777-200 Qatar Airways Terbang Sangat Rendah, ternyata...
Rekomendasi
Mengemudikan Mobil Manual...
Mengemudikan Mobil Manual Lebih Menyehatkan Otak Dibandingkan Otomatis
SIG Berdayakan UMKM...
SIG Berdayakan UMKM Berbasis Potensi Lokal di Tuban
Jerman Ditahan Imbang...
Jerman Ditahan Imbang Paraguay 1-1, Laga Berlanjut ke Extra Time
Berita Terkini
Jerman Diguncang Penembakan,...
Jerman Diguncang Penembakan, 6 Orang Tewas
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved