Sering Bermasalah, Kapal Induk AS Senilai Rp198 Triliun Dioperasikan Perdana

Rabu, 05 Oktober 2022 - 11:16 WIB
loading...
Sering Bermasalah, Kapal Induk AS Senilai Rp198 Triliun Dioperasikan Perdana
Kapal induk USS Gerald R Ford. Foto/Huntington Ingalls
A A A
WASHINGTON - Kapal induk terbaru Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) USS Gerald R Ford memulai pengerahan perdananya pada Selasa (4/10/2022).

Ini menjadi tonggak sejarah bagi kapal yang mengalami banyak masalah dengan beberapa teknologi canggih yang dibawanya.

USS Gerald R Ford telah menelan biaya lebih dari USD13 miliar (Rp198 triliun) untuk pembangunannya.

Baca juga: Rudal Korea Selatan Jatuh dan Meledak Saat Latihan dengan AS

Kapal induk itu akan beroperasi dengan negara-negara sekutu termasuk Kanada, Prancis dan Jerman selama penempatan yang akan mencakup pelatihan pertahanan udara, perang anti-kapal selam dan operasi amfibi.

Video langsung di halaman Facebook Angkatan Laut AS menunjukkan kapal tunda memindahkan kapal induk yang dicat abu-abu dari dermaga di Naval Station Norfolk, Virginia.

“Pengerahan kapal akan menunjukkan daya mematikannya yang tak tertandingi, multi-domain, spektrum penuh di Atlantik,” ungkap Laksamana Daryl Caudle dalam pernyataan sebelum keberangkatan kapal.

Baca juga: Twitter Runtuh Diserbu Bot, Diplomat Ukraina: Persetan dengan Musk!

“Pengerahan itu akan melibatkan 9.000 orang, 20 kapal perang dan 60 jet tempur dari sembilan negara berbeda,” papar pernyataan Angkatan Laut AS, tanpa memberikan rincian berdasarkan negara.

Ditugaskan pada tahun 2017, kapal induk itu panjangnya lebih dari 335 meter, dan berbobot 101.000 ton saat dimuat penuh.

Meski demikian, kapal induk itu masih bisa berlayar dengan kecepatan lebih dari 54 kilometer per jam.

Kapal yang dinamai sesuai presiden AS ke-38 itu membutuhkan ratusan anggota awak lebih sedikit untuk beroperasi daripada kapal induk sebelumnya.

Kapal induk itu dirancang untuk dapat membawa senjata energi futuristik yang masih dalam pengembangan.

Peningkatan utama dari kapal induk sebelumnya seharusnya adalah tingkat di mana kapal itu dapat meluncurkan dan menerima pesawat, tetapi ada masalah dengan sistem yang terlibat, menurut laporan Juni 2022 kepada Kongres.

“Angkatan Laut mengantisipasi pencapaian tujuan keandalan di tahun 2030-an,” ungkap laporan Kantor Akuntabilitas Pemerintah tentang Sistem Peluncuran Pesawat Elektromagnetik dan Peralatan Penangkapan Lanjutan.

Laporan itu menambahkan bahwa masalah keandalan dapat “mencegah kapal menunjukkan salah satu persyaratan utamanya, dengan cepat mengerahkan pesawat terbang."

Lift senjata kapal yang memindahkan rudal dan bom dari magasinnya ke dek sehingga bisa dimuat ke pesawat juga mengalami masalah.

“Pengerahan pertama kapal tertunda oleh kebutuhan untuk menyelesaikan pekerjaan pada elevator senjata kapal dan memperbaiki masalah teknis lainnya,” ujar Congressional Research Service dalam laporan yang diperbarui pada Agustus.

Laporan menambahkan bahwa elevator terakhir telah diuji dan disertifikasi pada akhir 2021.

(sya)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2344 seconds (10.101#12.26)