Trump Sebut Revolusi Budaya Sayap Kiri Mengancam Amerika
Sabtu, 04 Juli 2020 - 15:05 WIB
loading...
A
A
A
Dalam kerusuhan nasional setelah kematian George Floyd , seorang pria kulit hitam yang meninggal saat ditahan polisi di Minneapolis, pengunjuk rasa di beberapa kota telah merusak patung-patung para jenderal Konfederasi yang memimpin pemberontakan terhadap pemerintah AS selama perang saudara tahun 1861-65.(Baca: Viral, Video Pria Kulit Hitam Meninggal Dicekik Polisi AS )
Para pemrotes dalam satu kesempatan gagal mencoba merobohkan patung Presiden AS Andrew Jackson di luar Gedung Putih. Jackson, yang dikenal karena kebijakan populisnya, memiliki budak dan memaksa ribuan penduduk asli Amerika keluar dari rumah mereka.
"Massa yang marah mencoba merobohkan patung Pendiri kita, merusak tugu peringatan kita yang paling suci, dan melepaskan gelombang kejahatan dengan kekerasan di kota-kota kita," kata Trump.
Trump telah menentang proposal untuk mengganti nama pangkalan militer AS yang diberi nama jenderal Konfederasi dan berjanji memberi hukuman yang keras bagi mereka yang merusak patung.(Baca: Trump Ancam Jebloskan Pelaku Perusakan Patung ke Penjara )
Program malam itu bukan acara kampanye resmi, tetapi pernyataan Trump menyentuh tema kampanye utama yang dimaksudkan untuk memberi energi basis politiknya jelang pemilu 3 November mendatang.
Para pemrotes dalam satu kesempatan gagal mencoba merobohkan patung Presiden AS Andrew Jackson di luar Gedung Putih. Jackson, yang dikenal karena kebijakan populisnya, memiliki budak dan memaksa ribuan penduduk asli Amerika keluar dari rumah mereka.
"Massa yang marah mencoba merobohkan patung Pendiri kita, merusak tugu peringatan kita yang paling suci, dan melepaskan gelombang kejahatan dengan kekerasan di kota-kota kita," kata Trump.
Trump telah menentang proposal untuk mengganti nama pangkalan militer AS yang diberi nama jenderal Konfederasi dan berjanji memberi hukuman yang keras bagi mereka yang merusak patung.(Baca: Trump Ancam Jebloskan Pelaku Perusakan Patung ke Penjara )
Program malam itu bukan acara kampanye resmi, tetapi pernyataan Trump menyentuh tema kampanye utama yang dimaksudkan untuk memberi energi basis politiknya jelang pemilu 3 November mendatang.