Trump Sebut Revolusi Budaya Sayap Kiri Mengancam Amerika
Sabtu, 04 Juli 2020 - 15:05 WIB
loading...
Presiden AS Donald Trump berpidato di Gunung Rushmore dalam rangka perayaan 4 Juli atau Hari Kemerdekaan AS. Foto/Daily Mail
A
A
A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mencerca gerombolan demonstran yang mencoba merobohkan patung-patung para pemimpin Konfederasi dan tokoh-tokoh sejarah lainnya. Ia juga memperingatkan para pendukungnya bahwa para pengunjuk rasa berusaha menghapus sejarah AS.
Berbicara di bawah monumen gunung terkenal yang menggambarkan empat presiden AS, Trump memperingatkan bahwa demonstrasi tentang ketidaksetaraan rasial dalam masyarakat Amerika mengancam fondasi sistem politik negara itu.
"Jangan salah, revolusi budaya sayap kiri ini dirancang untuk menggulingkan revolusi Amerika," kata Trump.
"Anak-anak kita diajarkan di sekolah untuk membenci negara mereka sendiri," tambahnya seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (4/7/2020).
Trump mengumumkan bahwa ia akan membuat "Taman Nasional Pahlawan Amerika," yang ia gambarkan sebagai taman besar yang menampilkan patung-patung orang-orang Amerika terhebat yang pernah hidup. Namun ia tidak memberikan penjelasan lebih lanjut.
Berbicara di bawah monumen gunung terkenal yang menggambarkan empat presiden AS, Trump memperingatkan bahwa demonstrasi tentang ketidaksetaraan rasial dalam masyarakat Amerika mengancam fondasi sistem politik negara itu.
"Jangan salah, revolusi budaya sayap kiri ini dirancang untuk menggulingkan revolusi Amerika," kata Trump.
"Anak-anak kita diajarkan di sekolah untuk membenci negara mereka sendiri," tambahnya seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (4/7/2020).
Trump mengumumkan bahwa ia akan membuat "Taman Nasional Pahlawan Amerika," yang ia gambarkan sebagai taman besar yang menampilkan patung-patung orang-orang Amerika terhebat yang pernah hidup. Namun ia tidak memberikan penjelasan lebih lanjut.