Rusia Akan Membuka Kembali Kedutaan Besar di Libya

Sabtu, 04 Juli 2020 - 11:37 WIB
loading...
Rusia Akan Membuka Kembali...
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov. Foto/Ruptly
A A A
TOBRUK - Rusia akan membuka kembali kedutaan besarnya di Libya meskipun untuk sementara berbasis di Tunisia. Hal itu diungkapkan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov.

"Saya ingin memberi tahu Anda bahwa kami telah memutuskan untuk membuka kembali Kedutaan Besar Rusia di Libya, yang pada tahap ini akan dipimpin oleh charge d'affairs, Jamshed Boltaev," katanya pada pertemuan dengan Aguila Saleh, Ketua Dewan Dewan Perwakilan pro-Haftar di kota timur Tobruk.

"Ini (kedutaan) sementara akan berbasis di Tunisia, tetapi saya ingin menekankan bahwa fungsinya mewakili Rusia di semua wilayah Libya," imbuhnya seperti dikutip dari Anadolu, Sabtu (4/7/2020).

Lavrov memuji inisiatif Saleh atas penghentian permusuhan segera dan awal dialog politik untuk membentuk otoritas bersatu berdasarkan perwakilan yang sama dari tiga wilayah bersejarah Libya.

Ia mengatakan Deklarasi Kairo tentang Libya sejalan dengan keputusan konferensi internasional tentang Libya di Berlin dan dapat menjadi dasar diskusi antar-Libya tentang implementasi inisiatif Saleh.

Libya telah dilanda perang saudara sejak penggulingan mendiang penguasa Muammar Gaddafi pada 2011. Pemerintah baru negara itu didirikan pada 2015 di bawah perjanjian yang dipimpin PBB, tetapi upaya penyelesaian politik jangka panjang gagal karena serangan militer oleh kekuatan Haftar.

PBB mengakui pemerintah Libya yang dipimpin oleh Fayez al-Sarraj sebagai otoritas yang sah negara itu ketika Tripoli memerangi milisi Haftar.

Pemerintah Libya meluncurkan Operasi Badai Perdamaian terhadap Haftar pada Maret lalu untuk melawan serangannya di ibu kota Tripoli, dan baru-baru ini membebaskan lokasi-lokasi strategis, termasuk Tarhuna, benteng terakhir Haftar di Libya barat.

Sejak tahun lalu, beberapa pertemuan tingkat tinggi, yang dikenal sebagai proses perdamaian Berlin, diadakan di Ibu Kota Jerman untuk mengakhiri konflik di Libya, dengan partisipasi kekuatan dunia dan aktor regional.

Uni Eropa menganggap proses negosiasi yang didukung PBB ini satu-satunya cara yang dapat diterima karena didasarkan pada pembicaraan damai dan multilateral.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Helikopter Apache AS...
Helikopter Apache AS Jatuh di Dekat Selat Hormuz
Cerita Shakira Kembali...
Cerita Shakira Kembali Bawakan Lagu Anthem Piala Dunia, Harus Membuat Orang Menari
Rekomendasi
Formula 1 Lanjut ke...
Formula 1 Lanjut ke Barcelona, Antonelli Perlebar Dominasi di Klasemen? Nonton Streaming di VISION+
BOLT Berkurban: Satu...
BOLT Berkurban: Satu Momen, Seribu Kebaikan
Menjaga Kampus Tetap...
Menjaga Kampus Tetap Relevan Tanpa Menjadi 'Pabrik'
Berita Terkini
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved