Salah Sebut, Wapres AS Malah Puji Aliansi Kuat dengan Korea Utara dalam Pidatonya

Jum'at, 30 September 2022 - 10:07 WIB
loading...
Salah Sebut, Wapres...
Wakil Presiden AS Kamala Harris berpidato saat mengunjungi zona demiliterisasi (DMZ) yang memisahkan kedua Korea, di Panmunjom, Korea Selatan, 29 September 2022. Foto/REUTERS/Leah Millis
A A A
SEOUL - Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Kamala Harris secara terang-terangan memuji "aliansi kuat" antara AS dan Korea Utara (Korut) selama kunjungan ke Zona Demiliterisasi (DMZ) pada Kamis (29/9/2022).

Kejanggalan yang diduga salah ucap itu muncul saat pidato resminya di Zona Demiliterisasi (DMZ).

“Amerika Serikat memiliki hubungan yang sangat penting, yang merupakan aliansi, dengan Republik Korea Utara,” tegas Harris, salah menyebut Republik Korea yang merupakan nama resmi Korea Selatan (Korsel).



Harris melanjutkan, kali ini penamaan negara itu benar. "Saya tidak bisa cukup menyatakan bahwa komitmen Amerika Serikat untuk membela Republik Korea sangat ketat," papar dia.

Dia menambahkan, "Di Utara, kita melihat kediktatoran brutal, pelanggaran hak asasi manusia yang merajalela dan program senjata yang melanggar hukum yang mengancam perdamaian dan stabilitas.”

Harris menyampaikan pidatonya saat berkunjung ke DMZ, garis demarkasi yang dijaga ketat yang telah membagi Korea Utara dan Korea Selatan sejak Perang Korea berakhir dengan perjanjian gencatan senjata pada tahun 1953.

Baca juga: Rusia Ungkap NATO Tes Peralatan Bawah Air di Dekat Pipa Gas Nord Stream

Ketegangan di Semenanjung Korea telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir, dengan Kapal induk AS tiba di Korea Selatan untuk latihan militer pekan lalu untuk pertama kalinya sejak 2017.

Sebelumnya, para pejabat AS memperingatkan bahwa Pyongyang bersiap untuk uji coba nuklir pertamanya dalam lima tahun.

“Korea Utara meluncurkan dua rudal balistik ke perairan timurnya pada Rabu, dan dua rudal lainnya pada Kamis tak lama setelah pesawat Harris berangkat ke Washington,” papar militer Korea Selatan.

Satu rudal tunggal juga diluncurkan awal pekan ini. Aksi ini dianggap provokasi oleh Korsel dan AS.

AS menempatkan sekitar 28.000 tentaranya di Korea Selatan. Korea Utara memandang latihan yang melibatkan pasukan AS dan Korea Selatan sebagai "provokasi" dan latihan untuk invasi.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
10 Negara dengan Biaya...
10 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia pada 2026, Ada Tetangga Indonesia
Gelombang Panas Dahsyat...
Gelombang Panas Dahsyat Landa Eropa, Picu Lebih dari 200 Kematian di Spanyol dan Prancis
Gempa M7,2 di Jepang:...
Gempa M7,2 di Jepang: Gedung-Gedung di Tokyo Berguncang, Korban Nihil
Rekomendasi
Daftar 25 Pemain Timnas...
Daftar 25 Pemain Timnas Indonesia U-17 Jelang Lawan Malaysia
MPLS 2026 Hadir dengan...
MPLS 2026 Hadir dengan Aturan Baru, Simak 5 Perubahan Utamanya
Didier Deschamps Absen...
Didier Deschamps Absen Dampingi Prancis di Piala Dunia 2026 usai Ibunda Meninggal Dunia
Berita Terkini
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved