5 Negara yang Membayar Warganya untuk Memiliki Momongan
Jum'at, 30 September 2022 - 01:15 WIB
loading...
A
A
A
Sebuah provinsi Bernama Bolzano di Italia membayar para pasangan suami istri baru sebesar EUR200 atau setara dengan Rp 3,5 juta. Uang yang akan diterima ini, akan di transfer pada rekening sang ibu setiap bulannya sampai anak lulus SMA.
2. Finlandia
Intensif finansial untuk memiliki anak semakin muncul sebagai respons terhadap angka tingkat kelahiran yang rendah di Finlandia. Sebagai negara yang menjunjung tinggi pendidikan, tidak banyak anak yang pergi ke sekolah karena angka kelahiran yang semakin merosot.
Pemerintah Finlandia khususnya di kota Lestijarvi memberikan tunjangan bagi orang tua baru sebesar EUR10 ribu atau setara dengan Rp155 juta bagi pasangan yang dapat menghasilkan 1 anak dalam jangka waktu 1 tahun. Tunjangan ini dibayarkan dalam kurun waktu 10 tahun.
Baca: Media Belanda: Uskup Belo Peraih Nobel Perdamaian Diduga Lakukan Kekerasan Seksual Anak
3. Estonia
Sama seperti halnya dengan Italia, Estonia merupaan negara dengan angka kelahiran terendah di dunia. Angka kelahiran di Estonia kian menurun dan merupakan masalah yang mengkhawatirkan, dikarenakan jumlah penduduk lansia yang tinggi.
2. Finlandia
Intensif finansial untuk memiliki anak semakin muncul sebagai respons terhadap angka tingkat kelahiran yang rendah di Finlandia. Sebagai negara yang menjunjung tinggi pendidikan, tidak banyak anak yang pergi ke sekolah karena angka kelahiran yang semakin merosot.
Pemerintah Finlandia khususnya di kota Lestijarvi memberikan tunjangan bagi orang tua baru sebesar EUR10 ribu atau setara dengan Rp155 juta bagi pasangan yang dapat menghasilkan 1 anak dalam jangka waktu 1 tahun. Tunjangan ini dibayarkan dalam kurun waktu 10 tahun.
Baca: Media Belanda: Uskup Belo Peraih Nobel Perdamaian Diduga Lakukan Kekerasan Seksual Anak
3. Estonia
Sama seperti halnya dengan Italia, Estonia merupaan negara dengan angka kelahiran terendah di dunia. Angka kelahiran di Estonia kian menurun dan merupakan masalah yang mengkhawatirkan, dikarenakan jumlah penduduk lansia yang tinggi.
Lihat Juga :