Menlu Pakistan kepada Taliban Afghanistan: Tak Bijak Bertarung dengan Perempuan

Minggu, 25 September 2022 - 00:38 WIB
loading...
Menlu Pakistan kepada...
Menteri Luar Negeri Pakistan Bilawal Bhutto Zardari memperingatkan Taliban agar tidak bertarung dengan para perempuan Afghanistan. Foto/REUTERS
A A A
NEW YORK - Menteri Luar Negeri (Menlu) Pakistan Bilawal Bhutto Zardari memperingatkan Taliban agar tidak mengejar kebijakan yang menindas terhadap perempuan Afghanistan. Peringatan itu disampaikan ketika kecaman internasional berlanjut atas pembatasan terhadap pendidikan perempuan di Afghanistan.

"Saya pikir pemerintah di Afghanistan akan segera menemukan bahwa tidak bijaksana untuk bertarung dengan perempuan di negara Anda sendiri," kata Zardari dalam menanggapi pertanyaan pada konferensi pers, Jumat, di sela-sela pertemuan Majelis Umum PBB di New York.

"Dan perempuan Afghanistan benar-benar perempuan pemberani dan tangguh," ujarnya.

Baca juga: Wanita Ini Klaim Dinikahi Paksa Eks Pejabat Taliban dan Diperkosa Berbulan-bulan

"Mereka terlalu berani terlalu lama. Tapi jujur, ini adalah topik yang tidak boleh kami tinggalkan. Ini adalah sesuatu yang secara konsisten kami libatkan dengan rezim sementara Afghanistan."

Memperhatikan bahwa ada akses terbatas ke pendidikan bagi perempuan pada tingkat tertentu, Zardari mengatakan Pakistan mencari akses universal di Afghanistan.

"Meskipun ada akses ke pendidikan perempuan di tingkat dasar, atau di tingkat tersier, pendidikan terpisah," katanya.

"Kami berharap untuk melihat hari di mana pendidikan menengah juga diperbolehkan untuk perempuan dan anak perempuan di Afghanistan," imbuh dia.

Sementara banyak tekanan terhadap praktik Taliban datang dari negara-negara Barat, Zardari bersikeras bahwa ini bukan masalah bagi Barat.

"Ini bukan masalah bagi Amerika, bagi Inggris, bagi Uni Eropa," paparnya. "Ini adalah masalah bagi dunia Islam dan perempuan Muslim di seluruh dunia Islam yang telah diberikan hak-hak mereka oleh agama mereka, dan kita tidak boleh berkompromi dengan hak-hak mereka."

Zardari telah membuat gelombang sebagai menteri luar negeri termuda Pakistan dan yang terbaru untuk bangkit dari keluarga politik berpengaruh yang mencakup perdana menteri dan presiden di kedua sisi.

Ibunya, mantan Perdana Menteri Pakistan Benazir Bhutto, menjadi pemimpin wanita pertama di dunia Muslim dan menjabat dua kali berturut-turut pada 1980-an dan 1990-an.

Dia dibunuh pada tahun 2007, meninggalkan putranya yang saat itu berusia 19 tahun untuk memimpin Partai Rakyat Pakistan yang kuat, dan suaminya menjabat sebagai presiden setelah pemilu diadakan pada tahun berikutnya.

Zardari dilantik sebagai menteri luar negeri pada bulan April tahun ini usai Perdana Menteri Shahbaz Sharif terpilih setelah mosi tidak percaya yang menggulingkan mantan Perdana Menteri Imran Khan.

Dampak dari krisis politik ini terus bergema di seluruh Pakistan hari ini, bahkan ketika kira-kira sepertiga dari negara itu dilanda banjir dahsyat bulan lalu yang telah menelantarkan hingga 33 juta orang.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Permainan Lincah Pakistan...
Permainan Lincah Pakistan dalam Mendamaikan AS dan Iran, Ini 4 Rahasianya
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
Inggris Ganti Perdana...
Inggris Ganti Perdana Menteri 7 Kali dalam 10 Tahun, Ada Apa?
Rekomendasi
UGM Masuk Peringkat...
UGM Masuk Peringkat 41 Dunia THE Sustainability Impact Ratings 2026, Naik Signifikan
IHSG Dibuka Melemah...
IHSG Dibuka Melemah ke Level 5.873, Asing Net Sell Rp1,17 Triliun
Kapolri Diminta Transformasi...
Kapolri Diminta Transformasi Kultur Internal Bhayangkara
Berita Terkini
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Seluruh WNI di Venezuela...
Seluruh WNI di Venezuela Aman, Gedung KBRI di Caracas Tidak Rusak
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
Venezuela Diguncang...
Venezuela Diguncang Gempa M7,2 Berturut-turut, Korban Tewas Diperkirakan Ribuan Orang
Infografis
Memanas, Pakistan Ancam...
Memanas, Pakistan Ancam Serang India dengan Senjata Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved