Kapal Induk AS Tiba di Korea Selatan untuk Peringatkan Korea Utara

Jum'at, 23 September 2022 - 19:31 WIB
loading...
A A A
Seorang anggota kru, yang meminta tidak disebutkan namanya karena mereka tidak berwenang untuk berbicara kepada media, mengatakan mereka menantikan jeda tetapi ketegangan geopolitik selalu ada.

“Anda tidak akan pernah bisa benar-benar melupakan untuk apa kita semua ada di sini,” ujar anggota kru kapal induk itu kepada Reuters.

Kunjungan itu adalah yang pertama ke Korea Selatan oleh kapal induk Amerika sejak 2018. Banyak latihan sejak itu dikurangi atau dibatalkan karena upaya diplomatik dengan Korea Utara atau karena pandemi COVID-19.

“Kunjungan kapal induk berguna memberi sinyal politik, meyakinkan Seoul, dan pelatihan dengan pasukan Korea Selatan, tetapi kemungkinan tidak banyak menghalangi Korea Utara,” papar Mason Richey, profesor di Hankuk University of Foreign Studies di Seoul.

“Kunjungan armada kapal induk tentu saja tidak banyak membantu, pada kenyataannya, kemungkinan sebaliknya, untuk mencegah Pyongyang mengembangkan lebih banyak senjata nuklir dan sistem pengiriman, serta kemampuan konvensional,” ujar dia.

“Namun hal itu menggarisbawahi bahwa di era Yoon, sekutu melihat koordinasi militer yang lebih ketat dan interoperabilitas sebagai cara terbaik untuk menangani Korea Utara,” papar Richey.

Pertanyaan telah meningkat tentang peran sekitar 28.500 tentara AS yang ditempatkan di Korea Selatan jika konflik meletus di Taiwan.

Donnelly mengatakan pertanyaan seperti itu ditujukan untuk pembuat kebijakan di atasnya. Namun dia mengatakan beroperasi dengan sekutu yang berpikiran sama seperti Korea Selatan adalah bagian penting dari upaya Angkatan Laut AS menjaga keamanan dan stabilitas regional yang telah ada selama lebih dari tujuh dekade.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
AS Resmi Jalin Kerja...
AS Resmi Jalin Kerja Sama Nuklir dengan Arab Saudi di Tengah Konflik Iran
Menlu 8 Negara Kecam...
Menlu 8 Negara Kecam Menteri Israel dan Ribuan Pemukim Yahudi Geruduk Masjid Al Aqsa
Rekomendasi
Indonesia Perlu Arah...
Indonesia Perlu Arah Kebijakan Baru Jadi Pusat Hilirisasi Sawit Dunia
Wajah Baru Lotte Mart...
Wajah Baru Lotte Mart Wholesale Serang Tawarkan Pengalaman Belanja dan Kuliner dalam Satu Destinasi
Tingkatkan Nilai Jual...
Tingkatkan Nilai Jual TBS, 133 Pekebun Muara Enim Ikuti Pelatihan Panen Sawit
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
Tegang, Jet Tempur China...
Tegang, Jet Tempur China Kejar Pesawat AS Dekat Kapal Induk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved