New Delhi kepada Washington: India Bukan Negara yang Dapat Ditekan

Jum'at, 23 September 2022 - 08:49 WIB
loading...
New Delhi kepada Washington:...
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Perdana Menteri India Narendra Modi. Foto/VOA
A A A
NEW DELHI - Juru bicara Kementerian Luar Negeri India, Arindam Bagchi mengatakan, India bukanlah negara yang dapat ditekan saat Washington mendesak New Delhi untuk mengurangi ketergantungannya pada senjata dan energi Rusia.

"Saya tidak berpikir India adalah negara yang Anda tekan dan harapkan untuk mendapatkan hasil. Saya pikir posisi India berasal dari keyakinan kami sendiri dan kepentingan kami dalam apa yang perlu kami lakukan," Bagchi seperti dikutip dari Sputnik, Jumat (23/9/2022).

Juru bicara Kementerian Luar Negeri India itu bersikeras bahwa pemerintah India belum merasakan tekanan dari Amerika Serikat (AS) atas hubungan pertahanan dan energinya dengan Rusia.

"Tidak ada masalah tekanan pada titik mana pun," ujarnya.

Baca: Korea Utara Respons Tudingan Jual Senjata ke Rusia

Sebelumnya, pada hari Selasa, seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS mengklaim bahwa New Delhi "mulai memahami" bahwa Rusia bukan lagi pemasok senjata yang dapat diandalkan.

"India sangat, sangat bergantung pada Rusia, dan itu adalah sesuatu yang mereka lakukan untuk diri mereka sendiri selama 40 tahun: pertama militer mereka dan kemudian ketergantungan energi mereka," bantah pejabat AS itu.

Sekitar 70 persen senjata India berasal dari Rusia. Selama empat tahun terakhir, kerja sama pertahanan bilateral mendapat dorongan, setelah New Delhi menandatangani beberapa perjanjian dengan Rusia untuk membeli sistem rudal pertahanan udara, kapal perang, dan senapan serbu.

Selama kebuntuan perbatasan dengan China pada tahun 2020, India menerima semua peralatan dan suku cadang, serta sistem pertahanan udara S-400 sesuai jadwal.

"Jadi, kami telah melakukan percakapan mendalam dengan India tentang fakta bahwa kami ingin membantu mereka memiliki opsi untuk melakukan diversifikasi di sini," tambah pejabat Departemen Luar Negeri AS.

Baca: India Ketar-ketir AS Bantu Militer Pakistan dengan Paket Perawatan F-16

Sementara itu di sela-sela KTT Organisasi Kerjasama Shanghai (SCO) di Samarkand, Uzbekistan, awal bulan ini Perdana Menteri India Narendra Modi dan Presiden Rusia Vladimir Putin membahas ketahanan pangan global, ketahanan energi, dan ketersediaan pupuk dalam konteks tantangan yang berasal dari situasi geopolitik saat ini.

Kedua pemimpin menghargai momentum berkelanjutan dalam hubungan bilateral, termasuk kontak di berbagai tingkatan.

Pada 15 September, Menteri Luar Negeri India Vinay Mohan Kwatra bersumpah untuk melanjutkan pembelian minyak dari Rusia, menggarisbawahi bahwa India bukan anggota G7 dan tidak akan mengenakan batasan harga pada pasokan energi Rusia.

Saat berpidato di Forum Ekonomi Timur pada 7 September, PM Modi mengupayakan kerja sama yang mendalam di bidang energi, termasuk pasokan batu bara kokas Rusia.

Baca: Ikut-ikutan China dan India, Indonesia Ingin Beli Minyak Rusia
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Film Maatrubhumi Jadi...
Film Maatrubhumi Jadi Sorotan karena Angkat Isu Geopolitik
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Zelensky Ajak Putin...
Zelensky Ajak Putin Bertemu di AS: Kalau Diminta Trump Dia Sulit Menolak
Rekomendasi
Perkuat Akuntabilitas...
Perkuat Akuntabilitas Keuangan Daerah, BSKDN Libatkan Akademisi dalam Validasi IPKD
Kritik Pemadaman Listrik,...
Kritik Pemadaman Listrik, Komisi VI DPR: Tidak Boleh Lagi Terjadi
Di Dua Waktu Istimewa...
Di Dua Waktu Istimewa Ini, Malaikat Pengawas Saling Bertemu
Berita Terkini
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Infografis
Siapa Saja Pemimpin...
Siapa Saja Pemimpin Negara yang Pernah Ditangkap AS?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved