Bus Terbalik Saat Menuju Fasilitas Karantina COVID-19 di China, 27 Tewas
Minggu, 18 September 2022 - 22:39 WIB
loading...
Ilustrasi. FOTO/Vector Stok
A
A
A
BEIJING - Dua puluh tujuh orang meninggal dalam perjalanan ke fasilitas karantina COVID-19 , ketika bus mereka jatuh di barat daya China , Minggu (18/9/2022). Menurut pihak berwenang, ini adalah kecelakaan lalu lintas paling mematikan di negara tersebut tahun ini.
“Kecelakaan itu terjadi di jalan raya di pedesaan provinsi Guizhou, ketika kendaraan yang membawa 47 orang terbalik," kata polisi daerah Sandu dalam sebuah pernyataan di media sosial, seperti dikutip dari AFP.
Baca: Wabah COVID-19 Kembali Meningkat, China Lockdown Jutaan Orang
Menurut polisi, 27 orang dirawat karena cedera dan petugas tanggap darurat dikirim ke tempat kejadian di prefektur Qiannan yang terpencil. Pemerintah Guizhou pada Minggu malam mengkonfirmasi bahwa kendaraan itu telah "mengangkut orang-orang yang terkait dengan epidemi ke karantina" dari ibu kota provinsi Guiyang.
“Saat ini, pekerjaan penyelamatan di tempat pada dasarnya selesai, perawatan yang terluka dan perawatan setelah meninggal dilakukan secara tertib, dan penyebab kecelakaan sedang diselidiki," kata pemerintah setempat dalam sebuah pernyataan di sosial media.
“Kecelakaan itu terjadi di jalan raya di pedesaan provinsi Guizhou, ketika kendaraan yang membawa 47 orang terbalik," kata polisi daerah Sandu dalam sebuah pernyataan di media sosial, seperti dikutip dari AFP.
Baca: Wabah COVID-19 Kembali Meningkat, China Lockdown Jutaan Orang
Menurut polisi, 27 orang dirawat karena cedera dan petugas tanggap darurat dikirim ke tempat kejadian di prefektur Qiannan yang terpencil. Pemerintah Guizhou pada Minggu malam mengkonfirmasi bahwa kendaraan itu telah "mengangkut orang-orang yang terkait dengan epidemi ke karantina" dari ibu kota provinsi Guiyang.
“Saat ini, pekerjaan penyelamatan di tempat pada dasarnya selesai, perawatan yang terluka dan perawatan setelah meninggal dilakukan secara tertib, dan penyebab kecelakaan sedang diselidiki," kata pemerintah setempat dalam sebuah pernyataan di sosial media.
Lihat Juga :