Mengerikan! 90 Juta Orang Bakal Jadi Korban Jika Perang Nuklir AS-Rusia Pecah
Minggu, 18 September 2022 - 09:33 WIB
loading...
A
A
A
Dalam skenario itu, Rusia akan menembakkan tembakan pertama untuk mencegah majunya AS-NATO. Dalam waktu tiga jam, para peneliti memperkirakan 2,6 juta korban langsung dan 480 senjata nuklir ditembakkan, 300 dari Rusia dan 180 dari NATO.
Target akan mencakup pangkalan NATO di seluruh Eropa. Para peneliti menentukan bahwa setelah Eropa dihancurkan, hulu ledak akan diluncurkan dari AS. Dalam waktu 45 menit setelah peluncuran itu, mereka memperkirakan 3,4 juta korban langsung.
Ketegangan antara Rusia dan AS telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir, terutama dengan perang di Ukraina. Para peneliti mengutip bahwa kedua negara telah “meninggalkan” perjanjian pengendalian senjata nuklir yang sudah lama ada, terutama AS di bawah pemerintahan mantan Presiden Donald Trump.
Baca: Pakar Militer Rusia Desak Putin Rampungkan Rencana Serangan Nuklir ke NATO
Pada Agustus 2018, AS menarik diri dari Perjanjian INF, yang melarang rudal nuklir jarak menengah yang diluncurkan dari darat, atas dasar bahwa Rusia diduga menguji dan mengerahkan rudal jelajah yang dilarang oleh perjanjian itu, sebuah tuduhan yang dibantah oleh Kremlin.
Target akan mencakup pangkalan NATO di seluruh Eropa. Para peneliti menentukan bahwa setelah Eropa dihancurkan, hulu ledak akan diluncurkan dari AS. Dalam waktu 45 menit setelah peluncuran itu, mereka memperkirakan 3,4 juta korban langsung.
Ketegangan antara Rusia dan AS telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir, terutama dengan perang di Ukraina. Para peneliti mengutip bahwa kedua negara telah “meninggalkan” perjanjian pengendalian senjata nuklir yang sudah lama ada, terutama AS di bawah pemerintahan mantan Presiden Donald Trump.
Baca: Pakar Militer Rusia Desak Putin Rampungkan Rencana Serangan Nuklir ke NATO
Pada Agustus 2018, AS menarik diri dari Perjanjian INF, yang melarang rudal nuklir jarak menengah yang diluncurkan dari darat, atas dasar bahwa Rusia diduga menguji dan mengerahkan rudal jelajah yang dilarang oleh perjanjian itu, sebuah tuduhan yang dibantah oleh Kremlin.
Lihat Juga :